#KorupsiKapal#Makasar#Hukum#Kriminal

Tersangka Korupsi Kapal Terancam 20 Tahun Penjara

( kata)
Tersangka Korupsi Kapal Terancam 20 Tahun Penjara
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, saat dikonfirmasi, di Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

MAKASSAR (Lampost.co) -- Tersangka Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal latih Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, senilai Rp34 miliar, Ruslim, 65, terancam hukuman 20 tahun penjara. Ruslim ditetapkan sebagai tersangka dalam posisinya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan bahwa Ruslim yang juga merupakan Kabid Pendidikan Sekolah Kejuruan, Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel, itu diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Hukuman paling rendah empat tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara," kata Indratmoko, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2019.

Ruslim, ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian pada pekan lalu setelah menjalani serangkaian pemeriksaan terkait pengadaan kapal latih sebanyak 8 unit menggunakan Dana Alokasi Anggaran (DAK) APBD 2018 sebesar Rp34 Milyar.

Indratmoko menjelaskan, Ruslim terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi, karena merupakan penanggungjawab menggunaka dana negara sejak proses lelang hingga pencairan dana miliaran tersebut.

"Dalam proyek itu yang bertanggungjawab menggunakan uang negara yah dia (Ruslim)," katanya.

Ruslim dijemput paksa oleh pihak kepolisian lantaran dalam pemanggilan sebanyak tiga kali untuk dimintai keterangan, Ruslim selalu mangkir. Dalam penjemputan paksa itu polisi menyita beberapa dokumen lelang, bukti pembayaran pengadaan proyek kapal latih untuk delapan Sekolah Menengah Kejujuran kemaritiman.

"Untuk kerugian negaranya kita tunggu hasil pemeriksaan BPKP," jelasnya.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan delapan unit kapal tersebut sejauh ini polisi telah memeriksa sebanyak 10 orang. Terkahir adalah Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.

Kapal Latih SMK dengan kapasitas berat 40 ton itu diresmikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo di Pelabuhan Untia, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.

KM Kapal Latih SMK yang berjumlah 8 unit ini merupakan fasilitas prakterk lapangan yang disediakan oleh Pemprov Sulsel melalui APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp34 miliar.

Delapan kapal ini, nantinya akan diserahkan kepada 8 sekolah SMK kemaritiman di Sulsel. Di antaranya SMK 9 Makassar, SMK 2 Bantaeng, SMK 3 Jeneponto, SMK 1 Takalar, SMK 1 Selayar, SMK Negeri 7 Pinrang, SMK Negeri 3 Bulukumba, dan SMK Negeri 7 Bulukumba.

Medcom.id



Berita Terkait



Komentar