#kpk#feeproyek#lamteng#mangkir#beritalampung

KPK Usut Kasus Suap dan Fee Proyek

( kata)
KPK Usut Kasus Suap dan Fee Proyek
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI).

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--KPK jmelakukan pemeriksaan secara silang dua tersangka kasus suap dan fee pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).
Dua tersangka itu, yakni anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan Indung (IND) dari unsur swasta.

Dalam pemeriksaan silang itu, KPK memeriksa Bowo sebagai saksi untuk tersangka Indung. Sedangkan Indung juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bowo.
"Jadi, tadi dilakukan pemeriksaan silang, satu orang tersangka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang lain," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dari pemeriksaan itu, KPK masih mendalami proses kerja sama antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).
"Kami perlu mendalami lebih lanjut terkait apa saja pengetahuan dan peran dari BSP dan IND terkait kerja sama antara PT PILOG dengan PT HTK, kerja sama pengangkutan menggunakan kapal," ungkap Febri.

Selain itu, kata dia, KPK juga mendalami lebih lanjut dugaan penerimaan-penerimaan lain yang sudah diidentifikasi sebelumnya yang diduga diterima oleh tersangka Bowo.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan Bowo bersama dua orang lainnya sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kerja sama pengangkutan pelayaran.
Diduga sebagai penerima Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan Indung (IND) dari unsur swasta.Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (ASW).

Fee Proyek Lamteng

Sementara itu, KPK melanjutkan Penyidikan terhadap tindak pidana korupsi fee proyek di Pemkab Lampung Tengah, pada Jumat (5/4/2019). Kali ini KPK dijadwalkan memeriksa salah satu tersangka pihak swasta, juga pemilik PT PAY. "SSU dari pihak swasta dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (5/4/2019).
Namun tak berselang lama, Febri mendapatkan informasi dari tim penyidik, bahwa SSU berhalangan hadir dari panggilan. "Tak (red tersangka) tidak datang," katanya. Sebelumnya KPK telah melakukan pencekalan terhadap SSU dan tersangka lainnya BW ke luar negeri. Tidak itu saja, KPK juga menetapkan Ketua DPRD Lamteng Ahmad Junaidi sebagai tersangka kasus suap dan fee proyek dengan tersangka mantan  Bupati Lamteng Mustafa. 

 

 

Asrul Septian Malik/Antara



Berita Terkait



Komentar