#narkoba#lapas

Terpidana Mati Perdagangan Narkoba di Dalam Lapas Bandar Lampung Kembali Dituntut 19 Tahun Penjara

( kata)
Terpidana Mati Perdagangan Narkoba di Dalam Lapas Bandar Lampung Kembali Dituntut 19 Tahun Penjara
Ilustrasi ekstasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eks narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Bandar Lampung, M. Nasir (33), warga Pesawaran kembali dituntut 19 tahun penjara karena mengendalikan perdagangan 6.969 butir ekstasi di dalam penjara. Ia ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung pada akhir Juni tahun lalu.

M. Nasir telah dipindahkan ke Nusa Kambangan dan menunggu eksekusi mati dari vonis kasus peredaran narkoba sebelumnya.

Jaka Penuntut Umum (JPU) Roosman Yusa mengatakan, M. Nasir terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) RI Nomor: 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa M. Nasir dengan pidana penjara 19 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 (tiga bulan)," ujar JPU saat membacakan tuntutan via daring di PN Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 3  Agustus 2021.

Baca: Napi Rajabasa Pengendali Ribuan Ekstasi Divonis 13 Tahun Penjara

 

Menurut JPU, berdasarkan fakta persidangan, M. Nasir diperintahkan oleh Aliong (DPO) untuk menjemput 6,969 butir ekstasi pada 27 Juni 2020. Nasir berkomunikasi dengan Aliong dari LP Rajabasa.

"Kemudian Nasir meminta David untuk mencarikan orang yang akan menjemput ribuan ekstasi tersebut. Sandi ekstasi antar Nasir dan David menggunakan kata batu bata," kata JPU. 

David memerintahkan Rohman untuk mengambil barang haram tersebut dari Edi Samsuar dan Mulkani selaku kurir yang membawa ribuan ekstasi dengan mobil pribadi. Hingga akhirnya para pelaku ditangkap BNNP Lampung.

David telah divonis 13 tahun penjara pada sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, 27 Juli lalu. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar