#korupsi#pengadilan

Terpidana Korupsi Fee Proyek Lamsel Akan Dieksekusi ke Rutan Way Huwi

( kata)
Terpidana Korupsi Fee Proyek Lamsel Akan Dieksekusi ke Rutan Way Huwi
Sidang dakwaan kasus korupsi di Pemkab Lamsel yang digelar secara daring beberapa waktu lalu. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua terpidana korupsi fee proyek Pemkab Lampung Selatan jilid II, Hermansyah Hamidi dan Syahroni akan dieksekusi oleh Jaksa KPK pada Kamis, 29 Juli 2021.

Eksekusi dilakukan oleh KPK setelah tidak ada banding dari keduanya, dan putusan dinyatakan inkrah.

"Besok Kamis, informasi dari jaksa eksekusi. Keduanya dieksekusi di Rutan Way Huwi (Rutan Kelas I Bandar Lampung)," ujar Taufiq Ibnugroho, JPU dalam perkara ini, Rabu, 28 Juli 2021.

Terkait eksekusi denda dan uang pengganti ia tak bisa memaparkan secara langsung. "Besok ditanya saja dengan jaksa eksekusi," paparnya.

Dalam sidang vonis yang digelar di PN Tipikor Tanjungkarang pada 16 Juni 2021, majelis hakim, Efiyanto menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider empat bulan penjara, terhadap eks Kadis PUPR Pemkab Lampung Selatan Hermansyah Hamidi.

Hermansyah dikenakan pidana tambahan uang pengggati Rp5,05 miliar, apabila putusan telah berkekuatan hukum tetap selama satu bulan, dan harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika tak mencukupi akan diganti pidana penjara satu tahun 6 bulan penjara.

Sementara, eks Kabid Dinaa PUPR Syahroni divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara. Ia dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti Rp35 juta. Setelah satu bulan paska putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Apabila tidak mencukupi akan diganti pidana enam bulan penjara.

KPK membuka kemungkinan adanya penyelidilan, penyidikan, hingga kemungkikan penetapan tersangka lain terhadap peristiwa korupsi tersebut, baik terhadap orang yang telah menerima uang, bahkan tidak memulangkan uang dari fee proyek tersebut.

"Terhadap putusan perkara Hermansyah Hamidi dan Syahroni yang sudah dibacakan kemarin, tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara baik kepada para pihak yang sudah menyetorkan uang ke bupati maupun para pihak penerima uang," kata Taufiq Ibnugroho.

Winarko







Berita Terkait



Komentar