#APD#terminal

Terminal Rajabasa Beroperasi tanpa Tenaga Kesehatan dan APD

( kata)
Terminal Rajabasa Beroperasi tanpa Tenaga Kesehatan dan APD
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi virus Covid-19 di Lampung telah terjadi sejak sebulan lalu. Namun, hingga kini Terminal Tipe A Rajabasa belum memiliki tenaga kesehatan. Petugas terminal juga kekurangan alat pelindung diri (APD). Hal itu disampaikan oleh Kepala Terminal Rajabasa Denny Widjan, Kamis, 16 April 2020.

Terminal Rajabasa tidak menerapkan protokol kesehatan dan melengkapi APD. Hal itu terungkap setelah Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto melakukan sidak di terminal yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung.

Ia mengungkapkan, tidak seperti pelabuhan atau bandar udara, Terminal Rajabasa tidak memiliki kantor kesehatan. Hal itu menjadi faktor ketiadaantenaga kesehatan di terminal induk tersebut.

"Sekarang belum ada KKP, karena terminal belum lama diambil alih oleh Dirjen Perhubungan Darat. Tapi kalau simpul-simpul bandara, pelabuhan, stasiun KA sudah punya semua," ungkap Denny.

Terminal Rajabasa merupakan terminal induk di Provinsi Lampung. Sehingga setiap bus yang datang dari luar daerah akan masuk area terminal. Hal itu menjadikan petugas sangat rentan terinfeksi virus korona.

Denny mengungkapkan, pihaknya sempat mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Permohonan itu untuk menyiapkan tenaga kesehatan di terminal dan APD bagi petugas.

"Namun Pemkot Bandar Lampung mengalami kekurangan tenaga medis karena telah ditempatkan di 5 titik pintu masuk kota, sehingga untuk saat ini nakes yang ada hanya on call," jelasnya.

Untuk saat ini, pelayanan penanganan covid-19 yang dimiliki Terminal Tipe A Rajabasa hanya ruang isolasi. Pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi di Gedung Terminal lantai II dengan kapasitas 8 orang.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar