#beritalampung#beritadaerah#lampung#gunungsugih#rampok

Terlilit Utang, Warga Bandarjaya Nekat Rampok ATM Mini

( kata)
Terlilit Utang, Warga Bandarjaya Nekat Rampok ATM Mini
Kapolsek Seputih Mataram menginterogasi pelaku perampokan

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Mengaku terlilit utang, warga Bandarjaya Timur, Terbanggibesar, Lampung Tengah merampok ATM Mini di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram. Setelah berhasil menggasak uang puluhan juta, pelaku yang gugup karena diteriaki rampok dan dikejar akhirnya terjatuh dari motor.

Rizal Efendi (50), pelaku perampokan mengatakan, ia terlilit hutang sehingga khilaf dan merampok ATM Mini di Sumber Agung. Menurut dia, saat hendak ke Bandar Mataram, ia melihat ATM Mini dalam kondisi sepi. Setelah basa-basi bertanya perihal biaya penarikan, ia melihat peluang dan segera melompat masuk, menarik kerudung petugas ATM Mini dan mengancamnya menggunakan senjata tajam jenis badik.

"Saya khilaf, perlu uang untuk membayar hutang," kata Rizal.

Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Arief Wiranto, Jumat 6 September 2019, mengatakan perampokan yang terjadi di salah satu ATM Mini di Sumber Agung berhasil diungkap dengan tertangkapnya pelaku beberapa saat usai beraksi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, karena membutuhkan uang senilai Rp60 juta, pelaku merampom ATM Mini begitu melihat kesempatan. Kapolsek menegaskan, pelaku yang berhasil membawa kabur uang sebesar Rp48 juta dari korban kemungkinan gugup dan terjatuh karena dikejar warga yang kemudian meringkusnya bersama polisi.

Saat ini, selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp48 juta dan sepeda motor yang digunakan pelaku. 

"Kami kenakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal sembilan tahun," kata Kapolsek sembari mengimbau agar warga tetap waspada dan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Eka Nila Wati (23), korban perampokan, mengaku masih sedikit trauma. Ia menceritakan, pelaku sempat mencekik dan melukainya dengan senjata tajam walaupun hanya goresan kecil. Selain merampok uang kas ATM Mini, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban kalau berani teriak.

"Saya baru berani teriak waktu pelaku sudah kabur membawa uang," kata korban.

Wahyu Pamungkas



Berita Terkait



Komentar