#penipuan#jualbelitanah#beritalampung

Terlapor Penipuan Jual Beli Tanah Segera Diperiksa

( kata)
Terlapor Penipuan Jual Beli Tanah Segera Diperiksa
Peninjauan lokasi tanah yang dijualbelikan terlapor. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Anggota Ditreskrimum Polda Lampung bersama korban Erfana Siska (30) telah turun ke lokasi tanah yang diduga diperjualbelikan terlapor dalam perkara penipuan pada Jumat, 26 Juni lalu.

Siska mengatakan saat dipanggil petugas dia diminta memperjelas laporan beserta bukti-bukti dugaan penipuan tersebut. Warga Kampung Cikaung, Panjang itu sebelumnya melaporkan terduga pelaku Fitria, Deni Sunarya dan kawan kawan ke Polda Lampung dengan nomor STTLP/B-812/VI/2020/LPG/SPKT.

"Iya kemarin sama polisi sudah ninjau langsung ke lokasi tanah yang saya beli ke terlapor. Selanjutnya nanti terlapor yang dipanggil atau diperiksa," kata dia kepada Lampung Post, Rabu, 1 Juli 2020.

Dia menjelaskan ada tiga penyidik Ditreskrimum Polda Lampung yang datang beserta Amrullah salah satu saksi dari pihak terlapor yang tandatangannya juga ada dalam sporadik fiktif yang dikeluarkan lurah Sukarame Baru.

"Iya kata penyidiknya nanti lurahnya juga dipanggil lagi, berikut saksi yang di kanan dan kiri lokasi tanah itu," ujar dia.

Pihaknya berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut kasus tersebut. "Ya pasti gak mau dirugikan saya mau dipulangkan uangnya. Semoga juga ada korban lainnya yang tahu kabar ini dan iktu melapor supaya mempercepat proses pengusutan kasus ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan Lampung Post, Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Muslimin mengatakan akan menelusuri laporan kasus penipuan jual beli tanah yang telah dilaporkan sejak awal bulan ini. Hal itu menanggapi pernyataan korban kasus penipuan jual beli tanah, Erfana Siska yang mempertanyakan kelanjutan laporan kasus yang menimpanya ke Polda Lampung.

"Ya nanti akan saya cek dulu, untuk mengetahui perkembangan perkara tersebut," kata dia.

Siska dan suaminya, Ali Gatmir (35), merasa tertipu setelah membeli sebidang lahan seluas 294 meter persegi di Jalan Pendidikan, Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, yang diklaim milik terduga pelaku Deni Sunarya dengan harga Rp65 juta. Sebab, lahan tersebut setelah ditelusuri pihaknya adalah milik orang lain yang telah memiliki dasar asal usul surat yang jelas. 

Dia berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan prosedur yang ada. Pihaknya juga menyayangkan adanya oknum lurah Sukarame Baru yang membantu terduga pelaku dengan menerbitkan sporadik tanah itu.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar