#beritalampung#beritabandarlampung#cpns

Terkuak dalam Sidang, Peserta Curang CPNS Pringsewu Dikumpulkan di Sebuah Rumah Sebelum Tes

( kata)
Terkuak dalam Sidang, Peserta Curang CPNS Pringsewu Dikumpulkan di Sebuah Rumah Sebelum Tes
JPU Kandra Buana saat menunjukan gambar rumah yang dijadikan tempat berkumpul para peserta CPNS Pringsewu. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Sidang kecurangan tes penerimaan CPNS tahun 2021 di Provinsi Lampung kembali bergulir di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 6 September 2022. Para terdakwa yakni, Indra Gunawan (35) warga Yogyakarta, M. Rizki Alam (24) warga Sukarame, dan M. Reza Akbar (26) warga Sukarame. Tiga terdakwa tersebut terlibat kecurangan tes SKD CPNS dengan titik lokasi di SMK Yadika Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. 

Kemudian, Indra Gunawan kembali terlibat bersama dua pelaku lainnya di titik lokasi Makorem yakni Al-Asyir Natahaga (27) warga Bandar Lampung dan Agus Sudrajat (29) warga Metro.

Para saksi dari berbagai unsur dihadirkan mulai dari peserta yang didiskualifikasi, kakak peserta, pihak BKPSDM Pringsewu, BKN, hingga kepolisian.

Baca juga: Kapolres Mesuji Wanti-wanti Anggota Jangan Jadi 'Beking' Pelanggar Hukum

Adapun peserta yang dibantu kelulusannya namun belum didiskualifikasi yakni Insan Nugroho, Reni Puspita Sari, Dwi Oktaria, Arka Dwi Janarko, Indah Puji Lestari, Saksi Julpajri, Febri Ariyan Fauziah, Suciana Purwaningsih, dan Septa Nurmalia. Mereka menjanjikan uang Rp250 juta sampai Rp300 juta agar bisa lolos seleksi CPNS.

Salah satu saksi, Insan, mengaku kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, kalau memang bukan dia yang menjawab seluruh soal yang dikerjakan pada saat tes SKD. Melainkan dikerjakan oleh orang lain yang menggunakan google remote acces. "Iya benar," ujarnya dalam sidang.

"Kamu sebelum tes gimana?" tanya Ketua Majelis Hakim Syamsul Arief. "Saya dapat shareloc (lokasi) di sana dapat arahan," katanya.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum Kandra Buana juga mencecar para saksi, terutama Insan, terkait tempat pengumpulan lokasi sekitar 11 peserta tes CPNS Pemkab Pringsewu, beberapa hari sebelum tes berlangsung pada September 2021. Dalam persidangan lokasi tersebut disebut para saksi dirahkan via share loc. Awalnya, para saksi berdalih kalau tempat tersebut hanyalah untuk bimbingan belajar dan tidak mau terbuka soal tempat tersebut secara spesifik.

Jaksa pun mencecar para saksi dan memperlihatkan rumah. "Benar ini rumahnya di daerah Morotai," kata JPU menunjukan gambar. "Iya benar," kata saksi Insan, Arka, dan saksi peserta lainnya.

"Apa arahan di sana, kenal sama orang itu? Ada dia di sana itu mukanya (terdakwa Indra)," tanya JPU. "Iya ada," jawab Insan.

"Apa  arahahan di sana?". "Diminta mengisi tempat di baris ke tiga saat tes," katanya.

Saksi lainnya, yakni Anjarwati, kakak dari Insan Nugroho mengaku mencarikan akses agar adiknya bisa dibantu dalam pelaksanaan tes tersebut. Ia pun berkomunikasi dengan salah satu ASN di BKSPDM Pringsewu Judi Mulauyana.

Menurutnya ia bisa memberikan bantuan agar adiknya lulus menjadi PNS dan akan menyerahkan sejumlah uang Rp300 juta jika diterima menjadi PNS. Namun, uang tersebut belum diserahkan karena peserta didiskualifikasi oleh BKN. "Belum ada penyerahan uang," kata Anjar.

Sementara, Judi Mulyana, mengaku diperintah atasannya yakni mantan Kepala Dinas BKSPDM Pringsewu Ani Sundari. Menurutnya Anjar mengontaknya karena Anjar pernah berdinas pada kantor yang sama yakni Dinas PUPR Pringsewu.

"Saya diperintah atasan kepala BKSPDM, Ibu Ani. Awalnya kata Bu Ani enggak bisa. Selang beberapa waktu disebut bisa dan diusahakan," katanya.

Saksi lainnya, Nyoman dari BKN mengatakan tim BKN menemukan adanya indikasi kecurangan berdasarkan aplikasi berbasis analisis milik BKN. "Jadi ada temuan tidak wajar dari proses pengerjaan soal itu. Jadi alat itu membaca cara pengerjaan tidak wajar. Jadi ada indikasi peserta ini curang," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar