Viruskoronapetani

Petani Lamsel Merana karena Korona

( kata)
Petani Lamsel Merana karena Korona
Ilustrasi. Dok. Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co) -- Para petani padi di Lampung Selatan merana terkena imbas pandemi virus korona atau covid -19. Pasalnya, harga gabah kering anjlok saat musim panen.

Bahkan, para petani pun kesulitan dalam memanen tanaman padinya, akibat alat berat (combet) tidak ada. Sebab, alat berat yang biasanya didatangkan dari pulau Jawa pada musim panen April - Mei 2020 ini tidak bisa datang. Diduga, akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Firman (50), petani di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan pada musim panen kali ini harga gabah kering panen hanya mencapai Rp3.700/Kg pada April 2020.

"Kalau pada Mei 2020 ini harga gabah kering panen tinggal Rp3.500/Kg. Ya, hasil panen hanya cukup buat stok makan saja. Sebelum ada wabah covid -19 harga gabah kering panen bisa mencapai angka Rp4.000 lebih/Kg," ujar dia, Sabtu, 16 Mei 2020.

Dia pun mengaku pada musim panen kali ini para petani kesulitan untuk memanen padinya. Sebab, alat berat saat ini tidak ada.

"Paling ada alat itu pun skalanya kecil. Dimana, petani masih harus memotong (mengarit) batang padinya. Lalu, batang padi tersebut dimasukan ke alat perontok padi. Bahkan, ada petani yang terpaksa memakai cara manual yakni batang padi yang telah dipotong dipukulkan pada kayu untuk merontokan bulir padinya," katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Gapoktan di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Hipni Lubis. Menurut dia, para petani kini kesulitan untuk memanen tanaman padi.

Sebab, alat berat jenis combet sulit didatangkan ke Lampung Selatan. Hal ini diduga adanya pelarangan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, alat berat dari luar daerah tidak bisa didatangkan.

"Biasanya pada musim panen padi seperti ini alat berat dari luar daerah seperti dari Pringsewu, Palembang dan pulau Jawa mudah didatangkan. Kemungkinan, diperjalanannya ketika membawa alat berat tersebut yang menjadi halangan. Akibat, kondisi wabah virus korona," tambahnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH-Bun) Kabupaten Lampung Selatan Bibit Purwanto, ketika dikonfirmasi Lampost. co, pada Selasa, 5 Mei 2020 lalu, membenarkan jika para petani kesulitan alat berat memanen padi.

"Namun hal ini terjadi tidak hanya di Lamsel saja, kabupaten lain juga pun sama. Hal ini terjadi karena kondisi wabah virus korona. Sehingga ada pelarangan sosial berskala besar (PSBB)," kata dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar