#blt#pkh#bantuansosial#beritalamsel

Terima Dobel Bansos, Penerima BLT di Bumiasri Lebih Pilih PKH

( kata)
Terima Dobel Bansos, Penerima BLT di Bumiasri Lebih Pilih PKH
Ilustrasi. Foto: Google Images

Kalianda (Lampost.co): Suharno warga Dusun Tepus Mulya, RT 002/RW 002 Desa Bumiasri, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang menerima bantuan lansung tunai (BLT) dari Kemensos menyatakan mundur dan memilih bantuan program program keluarga harapan (PKH).

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa Bumiasri, Marsono saat dihubungi, Senin, 18 Mei 2020. Dia mengatakan Suharno sudah menyatakan mundur sebagai penerima BLT Kemensos. 

"Kami juga enggak tahu kenapa nama Suharno keluar sebagai penerima BLT. Untuk itu, setelah diketahui menerima BLT, kami minta Pak Suharno memilih antara BLT atau PKH. Kemudian, Pak Suharno memilih PKH," kata dia. 

Dia mengatakan secara aturan keluarga penerima manfaat (KPM) tidak boleh mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah secara ganda. Dimana, KPM wajib memilih salah satu bansos yang akan diterima. 

"Ya, kalau BLT kan hanya tiga bulan. Tapi, kalau PKH bisa berkelanjutan hingga tidak memenuhi komponen sebagai penerima PKH. Jadi, wajib pilih salah satu bansos," kata dia. 

Di mengaku data nama penerima Suharno akan dialihkan kepada KPM yang benar-benar tepat sasaran dan tidak mendapatkan bansos pemerintah. Untuk itu, pihaknya akan mengusulkan nama Suharno untuk dihapus atau dirivisi sebagai penerima BLT Kemensos. 

"Kami akan usulkan rivisi pengalihan nama yang berhak mendapatkan. Karena masih banyak warga tidak mampu yang belum mendapatkan," kata dia. 

Camat Palas Rika Wati mengatakan bagi ada KPM yang bermasalah atau ganda dalam penerimaan bansos, desa harus mengusulkan nama KPM tersebut untuk di revisi. Sebab, penerimaan bansos tersebut KPM tidak boleh dapat dua atau lebih.

"Desa harus usulkan ke Dinsos Lamsel atau Dinas PMD Lamsel bagi BLT DD supaya dirivisi. Jangan sampai ada data yang bermasalah," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar