#kelompokradikal#teroris#kriminal#beritalampung

Terduga Jaringan Radikal Yang Diamankan Densus di Panjang Berjualan Roti

( kata)
Terduga Jaringan Radikal Yang Diamankan Densus di Panjang Berjualan Roti
Kediaman SUL di Panjang. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Seorang terduga jaringan radikal kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Jalan Soekarno-Hatta, Pidada II, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang pada Sabtu, 7 November 2020, diketahui dalam kesehariannya berjualan roti.

Pria tersebut berinisial SUL (48), diamankan Densus 88 sekitar pukul 15.30 WIB.

Pemantauan Lampost.co dikediaman SUL, terlihat sepi. Tidak ada garis polisi yang dibentangkan di rumah berwarna hijau tersebut.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 4 Terduga Jaringan Radikal di Lampung

Dari informasi yang didapat Lampost.co, SUL kesehariannya berwiraswasta, sebagai produsen dan penjual roti. Usaha itu digelutinya sekitar dua tahun belakangan. Sebelum berbinis roti, ia juga pernah berbinis mie ayam dan bakso.

Beberapa benda seperti dokumen dan senjata tajam seperti golok diamankan aparat dari kediamannya.

RT setempat Antoni, tak menampik warganya diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Iya benar, kemarin habis ashar. Saya juga enggak tahu, tiba-tiba dikabarin Bhabinkamtibmas kalau ada dari Mabespolri. Jadi saya ke sana dan diminta sebagai RT setempat yang mengetahui," ujarnya, Minggu, 8 November 2020.

SUL, menurut Antoni tinggal bersama sang istri dan sudah belasan tahun tinggal di Kelurahan Pidada.

"Saya enggak nyangka juga, karena beliau kesehariannya bergaul dan ramah dengan masyarakat. Beliau juga aktif kok di sini. Dia juga aktif di kepengurusan salah satu masjid. Dia juga enggak ada aneh-aneh (radikal), 17 Agustusan saja dia aktif, dia pasang bendera, ikut nyumbang," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar