#Teroris#Lampung#JemaahIslamiah

Terduga Anggota Jaringan Teroris di Dekat Pasar Koga Dikenal sebagai Tukang Bekam

( kata)
Terduga Anggota Jaringan Teroris di Dekat Pasar Koga Dikenal sebagai Tukang Bekam
Rumah yang ditempati SG, terduga teroris/lampost.co/Asrul Septian Malik


Kedaton (Lampost.co): SG, pria terduga anggota jaringan radikal yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Jumat, 4 Desember 2020, sekitar Pukul 11.30 WIB di rumahnya yang berada di Gang Banten, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton dikenal sering berkomunikasi dengan warga sekitar dan baru tiga tahun menempati rumah tersebut.

"Jadi di situ suka buka jasa bekam dan les privat," ujar salah satu tetangga SG yang enggan disebutkan namanya, Jumat, 4 Desember 2020.

SG diduga terlibat kelompok Jamaah Islamiah (JI). Sementara belum ada konfirmasi dari Mabes Polri terkait penangkapan tersebut.

Sebelumnya, ada 5 orang di Lampung yang diamankan dari giat preventif strike Densus 88 antiteror Mabes Polri.

Mabes Polri telah menetapkan 4 orang kelompok Jamaah Islamiyah (JI), yang ditangkap di Lampung pada 6-7 November 2020.

"Semua (termasuk Lampung), ditetapkan sebagai tersangka, upaya Densus sebelum terjadinya tindakan (teror)," ujar Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

Awi memaparkan, SA yang ditangkap di Metro pada Jumat 6 November 2020. Ia ternyata bergabung dengan Jamaah Islamiyah (JI) sejak 2003. SA juga merupakan lulusan salah satu program JI tahun 2020 dan anggota salah satu divisi dari JI pada 2013.

SA pernah menjadi kepala sekolah Adira (Lembaga Pendidikan di JI) dan saat ini berstatus anggota Sekolah Adira. Ia juga pernah berangkat ke Suriah.

Kemudian Sul, yang ditangkap di Panjang, pada Sabtu, 7 November merupakan bendahara sekolah muslim Adira. Ia juga membantu persembunyian kepala sekolah tersebut, yakni Maryono dan I alias David (anggota JI).

Selanjutnya, I yang diamankan di Pringsewu pada 7 November 2020. Pria ini bergabung di JI sejak 2003 dan merupakan lulusan dari salah satu lembaga di JI pada 2014. 

Selain itu, I juga sering memberikan dana jihad. Salah satunya dana jihad global pada 2015 ke Imarduin. Ia juga pernah mendapatkan upgrading skill kemampuan (teroris di lapangan).

Terakhir, RK yang diamankan pada Sabtu, 7 November 2020 merupakan Sekretaris Sekolah Muslim Adira dan berperan dalam mendata dan inventarisir aset sekolah tersebut.

Para pelaku, dijerat dengan pasal Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.  

Selain itu, Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menangkap terduga jaringan radikal atau teroris bernama Taufiq Bulaga alias Upik Lawanga, pentolan jaringan Poso.

Informasi yang didapatkan Lampost.co ia ditangkap pada Rabu, 25 November 2020 di Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Taufiq  merupakan pakar pembuat bom dan merupakan murid teroris Dr. Azhari yang telah tewas 2005 lalu.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad tak menampik hal tersebut.

"Ada giat tersebut benar, namun secara spesifik dan rinci bisa langsung dikonfirmasi ke Divhumas Mabes Polri, khususnya terkait giat Densus 88 AT," paparnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar