#CPNS2021#BERITALAMPUNGTIMUR

Terdeteksi Curang, Tiga Pelamar CPNS Lamtim yang Lulus Tes SKD Didiskualifikasi

( kata)
Terdeteksi Curang, Tiga Pelamar CPNS Lamtim yang Lulus Tes SKD Didiskualifikasi
Ilustrasi CPNS 2021 (Foto: Istimewa)


Sukadana (Lasmpost.co) -- Tiga pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Lamtim yang lulus tes seleksi kompetensi dasar (SKD) didiskualifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ketiga pelamar yang lulus tes SKD tersebut didiskualifikasi karena ditemukan ketidakwajaran yang dilakukan  peserta saat mengikuti dan mengerjakan soal tes SKD.

“Ketiga pelamar CPNS Pemkab Lamtim lulus tes SKD yang didiskualifikasi  tersebut, tertuang dalam surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. 1549/B-KS.04.02/SD/K/2021, tanggal 15 November 2021, tentang pemberitahuan diskualifikasi peserta SKD CPNS tahun 2021,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim, M. Ridwan, di ruang kerja, Rabu (24/11/2021).

Dia menjelaskan pada 13 November 2021, Pemkab Lamtim mengumumkan hasil tes SKD CPNS Pemkab Lamtim. Pada pengumuman website Pemkab Lamtim,  lampungtimurkab.co.id,  sebanyak 646 pelamar CPNS Pemkab Lamtim dinyatakan lulus tes SKD dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu tes SKB.

Baca juga: 33 Formasi CPNS Lampung Timur Tak Terisi

Setelah pengumuman itu disampaikan terbit surat dari BKN No. 1549/B-KS.04.02/SD/K/2021, tanggal 15 November 2021,  tentang pemberitahuan diskualifikasi peserta SKD CPNS tahun 2021. Ketiga pelamar itu didiskualifikasi karena BKN berdasarkan hasil sistem audit trail dengan fraud detection milik BKN, ditemukan pola pengerjaan yang tidak wajar yang dilakukan oleh peserta seleksi CPNS tersebut saat mengikuti dan mengerjakan soal tes SKD.

“Jadi berdasarkan sistem audit trail dengan fraud detection milik BKN tersebut, hasilnya ditemukan kecurangan yang dilakukan ketiga pelamar tersebut,” ujar Ridwan.

Adapun ketiga peserta lulus tes SKD yang didiskualifikasi tersebut merupakan pelamar untuk formasi, tenaga dokter umum,  analis jabatan,  dan ahli pertama pengawas penyelenggaraan urusan pemerintah di daerah.

Karena ketiga pelamar itu didiskualifikasi, mereka tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya yaitu tes SKB. Kemudian yang berhak mengikuti tes SKB adalah tiga pelamar yang peringkatnya berada dibawah  ketiga pelamar yang didiskualifikasi tersebut.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar