#beritalampung#beritalambar#pad

Terdampak Pandemi dan Kenaikan BBM, Realisasi Retribusi Los dan Kios Pasar di Lambar Rendah

( kata)
Terdampak Pandemi dan Kenaikan BBM, Realisasi Retribusi Los dan Kios Pasar di Lambar Rendah
Ilustrasi. Foto: Google Images


Liwa (Lampost.co): Realisasi PAD yang bersumber dari retribusi jasa usaha yang dikelola Dinas Koperindag Lampung Barat hingga akhir Oktober 2022 baru mencapai 22,25% atau Rp203,616 juta dari target Rp915,1 juta.

Pencapaian target PAD yang dikelola Dinas Koperindag Lambar tersebut masih sangat rendah karena jauh dari standar pencapaian. Dimana pencapaian idealnya minimal 83% dari target yang ditetapkan.

Kabid Pasar Dinas Koperindag Lambar Salafudin mendampingi Kadis Tri Umaryani mengakui jika pencapaian target PAD dari retribusi sebesar Rp915,1 juta yang dikelola pihaknya itu hingga saat ini masih rendah, bahkan dibawah standar ideal.

"Dikarenakan ada target PAD yang realisasinya masih sangat rendah yaitu retribusi jasa umum dan jasa usaha yang berasal dari hasil sewa kontrakan ruko, sewa los, dan sewa kios pasar," ujarnya, Selasa, 15 November 2022.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik

Sampai akhir Oktober lalu retribusi daerah dari hasil sewa ruko baru terealisasi 2,68% atau Rp13 juta dari target Rp500,7 juta. Kemudian retribusi dari los pasar baru terealisasi Rp57,9 juta (34,63%) dari target Rp167 juta, sewa kios pasar baru terealisasi Rp27,3 juta (34,56%) dari target Rp79,2 juta.

Sementara untuk retribusi pelayanan persampahan pasar telah terealisasi Rp30 juta dari target Rp52,8 juta (58,63%). Retribusi pelataran terealisasi Rp30,9 juta dari target Rp52 juta dan retribusi pelayanan pengujian alat ukur, timbang dan perlengkapannya terealisasi Rp3,4 juta dari target Rp4,4 juta (77,27%).

Realisasi PADnya masih rendah  karena pos PAD yang besarnya ada di sewa ruko dan toko. Sementara sewa ruko dan toko itu jatuh tempo pembayaranya di triwulan IV dengan rata-rata pembayaranya di Desember.

Menurutnya, realisasi retribusi sewa ruko dan kios pasar masih rendah karena sistemnya kontrak dengan pembayaran dilakukan setahun sekali yang pembayaranya dilaksanakan diakhir tahun.

"Untuk sewa ruko dan toko modelnya sistem kontrak yang pembayaranya diakhir tahun makanya realisasinya sampai saat ini masih rendah karena belum waktunya pembayaran," kata dia.

Ia menjelaskan biasanya mulai pertengahan November ini pihaknya mulai bergerak untuk mendatangi dan mengingatkan pedagang yang mengontrak rukonya untuk melakukan pembayaran.

Sementara untuk sewa los dan kios yang realisasinya masih rendah juga dikarenakan sewanya harian. Retribusi sewa kios dan los tersebut kini terdampak akibat pandemi Covid-19 ditambah dampak kenaikan BBM, dimana banyak kios dan los yang kosong akibat banyak pedagang tidak memanfaatkanya karena pengunjung pasar mulai sepi.

"Untuk los dan kios tahun ini banyak yang kosong karena kondisi pasar sejak pandemi ditambah dampak kenaikan BBM semakin sepi pengunjung sehingga pedagang yang memanfaatkan los dan kios itu juga menurun," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar