#beritalampung#beritalamteng#ekbis

Terdampak Cuaca, Harga Ikan di Pasar Lampung Tengah Melonjak

( kata)
Terdampak Cuaca, Harga Ikan di Pasar Lampung Tengah Melonjak
Pedagang ikan di pasar tradisional Lampung Tengah melayani pembeli. Lampost.co/Tedjo Waluyo


Gunungsugih (Lampost.co): Cuaca buruk yang terjadi selama hampir sebulan di wilayah Lampung menyebabkan naiknya sejumlah harga ikan sungai maupun ikan laut di sejumlah pasar tradisional Lampung Tengah.

Di Pasar Bandarjaya, Kemacatan Terbanggi Besar, sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga ikan yang berakibat turunnya omzet penjualan, lantaran minat beli masyarakat turun drastis.

Hendri, seorang pedagang mengaku hampir dua pekan harga ikan laut maupun ikan sungai melonjak. Hal ini disebabkan pasokan dari pengepul ikan berkurang akibat tangkapan yang susah dan langka.

Baca juga:  56 Kebakaran Melanda Bandar Lampung Selama 2022

Dia menerangkan beberapa jenis ikan air tawar yang mengalami kenaikan harga yakni ikan lele dari harga Rp18 ribu per kilo naik menjadi Rp21 ribu per kilo, ikan patin dari Rp17 ribu per kilo naik menjadi Rp19 ribu per kilo, ikan gabus dari Rp70 ribu per kilo naik Rp75 ribu per kilo.

"Paling menonjol kenaikannya ikan baung dari Rp70 ribu per kilo naik Rp15 ribu menjadi Rp85 ribu per kilonya," kata Hendri, Senin, 5 Desember 2022.

Dia mengatakan kenaikan harga ikan berimbas turunya omzetnya penjualan yang biasanya dalam sehari mampu menjual 300 kg turun hanya 200 kg. "Terkadang malah tidak sampai 200 kg," katanya.

Sementara itu, kenaikan ikan laut juga dipicu akibat cuaca ekstrem. Gareng, pedagang ikan laut mengatakan harga ikan tongkol dari semula Rp22 ribu per kilo saat ini menjadi Rp25 ribu per kilo, ikan sarden dari harga Rp21 ribu per kilo naik menjadi Rp23 ribu per kilo.

"Beberapa jenis lainnya rata-rata naik Rp2-5 ribu pe kilonya. Sudah hampir sepekan pembeli sepi, jadi pendapatan dari dagang menurun," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar