hukumpenganiayaan

Terdakwa Sopian Minta Dibebaskan dari Dakwaan

( kata)
Terdakwa Sopian Minta Dibebaskan dari Dakwaan
Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usai pembacaan dakwaan, terdakwa Sopian warga Teluk Betung Timur melalui penasihat hukumnya, Lamsihar Sinaga mengajukan eksepsi kepada Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono.

"Bahwa mengapa terdakwa mencegat Anis, harusnya diketahui bahwa terdakwa adalah suami sah dari Ria," kata dia, Selasa, 4 Agustus 2020.

Lamsihar menyebutkan bahwa perbuatan terdakwa itu terpaksa dilakukan untuk mempertahankan rumah tangganya. Dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Mirza mengatakan tak lama sekitar 5 menit terdakwa bersama dua laki-laki datang lagi.

"Terdakwa langsung menerjang badan saksi korban hingga saksi korban terjatuh lalu memukul saksi korban dengan menggunakan bata," sebutnya, Selasa 4 Agustus 2020.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Mirza mengatakan peristiwa penganiayaan bermula saat Anis April Wahyudi bersama saksi Ria Ningsih (istri terdakwa) dari pahoman berboncengan.

Saksi korban hendak mengantar saksi Ria kembali kerumahnya. Ketika di pinggir jalan dekat rumah saksi Ria, terdakwa mencegat saksi korban Anis dengan sepeda motornya sendirian.

JPU menuturkan, terdakwa mengajak Anis menuju rumah orang tua Ria. Kemudian Anis menyanggupinya.

Ketika hendak berangkat, Anis disetop kembali oleh terdakwa. Terdakwa langsung meninju satu kali ke arah kepala saksi korban. Saat itu, saksi Ria mencoba melerai. Kejadian itu bertempat di jalan Zulkarnain Subbing, Kelurahan Bakung Kecamatan Telukbetung Timur.

Sopian didakwa telah menggunakan kekerasan terhadap saksi korban Anis April Wahyudi (anggota Polisi). JPU menambahkan, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana serta dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar