#korupsi#eksekusi#seragamsiswamiskin#beritalampung

Terdakwa Kasus Korupsi Seragam Siswa Miskin Batal Dieksekusi karena Sakit

( kata)
Terdakwa Kasus Korupsi Seragam Siswa Miskin Batal Dieksekusi karena Sakit
Kajati Lampung Sartono. Lampost.co/Febi Herumanika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Perkara korupsi seragam siswa miskin atas nama terdakwa Reza Pahlevi (46) tinggal menunggu eksekusi. Namun pihak Kejaksaan Tinggi Lampung belum dapat melakukan hal itu lantaran terpidana masih dalam keadaan sakit.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Sartono mengatakan pihaknya berhalangan mengeksekusi terhadap Reza Pahlevi karena masih dalam kondisi sakit. "Dia sedang sakit dan sedang dirawat di rumah sakit sehingga atas dasar kemanusiaan kita tidak bisa menjarakannya," katanya, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, pihaknya tidak mau gegabah untuk memenjarakan seseorang yang masih dalam kondisi sakit. Pihaknya juga tidak mau disalahkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada terpidana. "Lagi pula pasti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan menolak kalau kondisi sakit," katanya.

Kajati menambahkan pihaknya meminta agar terpidana segera disembuhkan terlebih dahulu minimal sudah membaik. Setelah dinyatakan membaik pihaknya baru akan menjemput terpidana untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika dalam waktu yang sudah ditentukan yang bersangkutan tidak ada di tempat pihaknya akan nyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kita juga akan bekerjasama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melacak keberadaannya dan menangkapnya," kata Kajati.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Andi Suharlis menambahkan kejaksaan memberikan waktu selama dua bulan selama masa pengobatan yang bersangkutan. Pihaknya juga telah mencari dokter pembanding untuk memeriksa apakah yang bersangkutan apakah benar-benar sakit dan sudah sejauh mana proses penyembuhannya.

Diketahui Reza Pahlevi ditetapkan sebagai tersangka atas perkara korupsi bantuan perlengkapan siswa miskin di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang pada 2017 lalu, Reza didakwa oleh jaksa telah memperkaya diri sendiri dari pengerjaan proyek tahun anggaran 2012 senilai Rp1,4 miliar.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar