#Kriminal#Pencabulan#Kemiling#BandarLampung

Terdakwa Ini Cabuli Rekan Anaknya Sendiri

( kata)
Terdakwa Ini Cabuli Rekan Anaknya Sendiri
Terdakwa kasus pencabulan teman anaknya sendiri Akuan Dasril (56) warga Kecamatan, Kemiling, Bandar Lampung saat akan memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang tertutup, Kamis (15/11/2018) (Foto:Lampost/Febi Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Akuan Dasril (56) warga Kecamatan, Kemiling, harus duduk di kursi pesakitan. Lantaran Jaksa penuntut umum
Maranita mendakwanya mencabuli anak dibawah umur. Hal ini terungkap dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Kamis (15/11/2018).

Jaksa penuntut umum dalam dakwaan mengatakan, terdakwa Akuan diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, terdakwa dinyatakan melanggar pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa diduga telah melakukan kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul.

Perbuatannya berawal 19 Juli lalu. Saat itu saksi korban YR (16) pergi kerumah terdakwa dengan menggunakan sepeda motor untuk mengambil laptop yang dipinjam anak terdakwa. 

Sesampai dirumah, korban bertemu dengan terdakwa. Korban saat itu bertanya apakah ada anak terdakwa. Namun dijawab tidak ada. Dia pun meminta Akuan mengambil laptop yang dipinjam anaknya. Tetapi, terdakwa menjawab agar YR mengambil sendiri laptop yang dipinjam anaknya itu, karena dia beralasan di dalam rumah ada istrinya.

YR pun turun dari sepeda motornya dan memberanikan diri masuk ke dalam rumah. Terdakwa langsung memepet tubuh korban dan memegang tubuh korban dibagian dada Saat itu YR berusaha pamit pulang dan berusaha memberontak. Tetapi, terdakwa memegang sepeda motornya.

"Terdakwa mendekap tubuh korban, dan memeluk saksi korban dan kedua tangan terdakwa memegang kearah dada korban,"kata Jaksa.

Disitulah pencabulan terjadi, korban kemudian berusaha melarikan diri dengan menghidupkan sepeda motornya. Kejadian pencabulan itu kata jaksa bukan kali pertama, sebelumnya dua aksi pencabulan terjadi terhadap YR Pertama pada Desember 2015 di rumah terdakwa. Dan kedua pada Juli 2018 lalu ditempat yang sama Dari hasil Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) nomor 05/Y/Forensik/8/2018 RSUDAM. YR mengalami trauma.

 

 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar