#korupsi#beritalampung

Terbukti Korupsi APBDes, Mantan Peratin Divonis 20 Bulan Penjara

( kata)
Terbukti Korupsi APBDes, Mantan Peratin Divonis 20 Bulan Penjara
Keluarga terdakwa menyerahkan uang pengganti sebesar Rp100 juta kepada jaksa. Lampost.co/Abu Umaraly


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majlis hakim pengadilan Tipikor Tanjungkarang menyatakan mantan peratin ( Kepala Desa) Bambang, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Ali Toha (46), terbukti melakukan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Atas perbuatannya dia divonis hukuman penjara selama 20 bulan.

Selain itu, terdakwa juga diperintahkan untuk mengembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp296 juta dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. 

Jika melebihi waktu tersebut, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang guna menutupi uang pengganti. Sedangkan jika harta benda terdakwa tidak mencukupi, terdakwa akan menjalani pidana selama 8 bulan penjara.

"Kepada terdakwa dijatuhkan pidana selama satu tahun delapan bulan, denda Rp50 juta subsider satu bulan dan membayar uang pengganti Rp296 juta," kata hakim Efiyanto.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa Ali Toha menerima dan menyerahkan uang pengganti kepada jaksa sebesar Rp100 juta. 

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut penjara dua tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa Ali Toha melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri. Bahkan, terdakwa sempat pergi ke Pulau Jawa dan tidak membuat laporan APB Pekon 2017.

Total dana APBDes Bambang 2017 sebesar Rp698 juta dan direalisasikan Rp401 juta. Sedangkan sisanya Rp296 juta dinikmati terdakwa.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar