#produktepung#panganlokal#ekbis#beritalampura

Tepung Mocaf Produk Pengganti Tepung Terigu dari Desa Semuli Jaya

( kata)
Tepung Mocaf Produk Pengganti Tepung Terigu dari Desa Semuli Jaya
Zuhrifa salah satu anggota KWT Cahaya Sejahtera, Desa Semuli Jaya, menunjukkan produk tepung mocaf hasil produksi kelompoknya. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Ragam sumber pangan lokal di Lampung Utara potensinya masih sangat besar. Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, peluang usaha tepung mocaf yaitu tepung hasil modifikasi olahan ketela pohon atau singkong menjadi produk berbasis pangan lokal yang dapat menggantikan tepung terigu dari Desa Semuli Jaya.

Ketua kelompok wanita tani (KWT) Cahaya Sejahtera, Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Sri Rahayu mengatakan pemanfaatan tepung mocaf cukup beragam dan bukan sebatas sebagai bahan dasar pembuatan kue saja, seperti halnya tepung terigu. Tepung mocaf bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mi, gorengan, maupun membuat bubur.

Menurut para ahli gizi, tepung mocaf mengandung kalsium, fosfor, dan serat yang lebih tinggi daripada tepung terigu, serta kaya vitamin C. Selain itu, fitoestrogen atau hormon yang berfungsi untuk mencegah menopause dini yang biasa tejadi pada kaum wanita, kadar karbohidrat yang lebih tinggi dibanding beras tapi rendah gula serta tidak mengandung gluten yang merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung dalam gandum yang dapat menurunkan kekebalan tubuh dan akan berdampak pada pengidap obesitas, kelelahan kronis, dan gangguan pencernaan. Tepung mocaf dinilai lebih sehat untuk dikonsumsi. 

"Tepung mocaf aman dikonsumsi bagi penderita diabetes, autis, dan celiac disease. Selain itu, keunggulan tepung mocaf ini bisa digunakan juga untuk makanan tambahan bagi bayi," ujarnya.

Zuhrifa salah satu anggota KWT, menuturkan pemanfaatan tepung mocaf di Lampung Utara belum maksimal. Tepung mocaf yang di produksi mulai 2015 lalu masih dikenalkan ke warga sebatas bahan dasar pengganti tepung terigu untuk pembuatan produk kue, baik kue kering, kue basah, maupun kue kukus. 

"Tepung mocaf ini di produksi secara mandiri atau dikerjakan secara home industri oleh setiap rumah tangga dan bahan bakunya melimpah, yakni singkong," ujar penerima penghargaan Inspiring Women Provinsi Lampung katagori penggerak pangan lokal 2018 itu

Dia mengatakan kelompoknya menyediakan berbagai ukuran kemasan, yakni 1/2 kg dengan harga jual Rp7 ribu dan 1 kg seharga Rp12 ribu. Rata-rata bisa terjual 15 kg sampai 20 kg.
 
"Sampai hari ini, kami masih berupaya mengenalkan penggunaan tepung mocaf sebagai salah satu produk berbasis pangan lokal ke masyarakat, potensi pangan lokal itu belum banyak dilirik," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar