#CPNS#LampungTimur#PNS#ASN#Lampung#Penerimaan#Pelamar#Akreditasi

Tenaga Eks THK II Daftar CPNS Sekitar 26 Orang

( kata)
Tenaga Eks THK II Daftar CPNS Sekitar 26 Orang
Sekretaris BKPPD Kabupaten Lamtim, Thabranie Hasyim, Jumat (12/10/2018). Djoni Hartawan Jaya

SUKADANA (Lampost.co) -- Tenaga guru eks tenaga honorer katagori (THK) II yang  melakukan registrasi untuk mendaftar CPNS 2018  melalui formasi  guru eks THK II di Kabupaten Lamtim diperkirakan hanya berjumlah 26 orang. 

Mereka bisa melakukan registrasi untuk mendaftar CPNS tersebut karena memenuhi persyaratan,  yaitu selain usia tidak lebih dari 35 tahun, juga karena telah masuk database berdasarkan hasil  verifikasi yang telah disampaikan ke Kemen Pan dan RB serta  BKN pada akhir 2012. Kemudian saat verifikasi di lakukan serta tercatat dalam database BKN, pendidikan terakhir mereka memang sarjana S 1.

Kepastian itu juga didukung dengan terbitnya surat dari Kemen PAN RB No. B/505/SM.01.00/2018, tanggal 11 Oktober 2018 tentang penjelasan Permen PAN RB No.36 tahun 2018 terkait eks THK II.

Dimana dalam surat yang ditandatangani oleh Deputi Men PAN RB Bidang SDM Aparatur, Setiawan Wangsaatmaja, dan ditujukan kepada pejabat pembina kepegawaian pusat dan daerah itu, pada point 1 huruf b disebutkan, tenaga guru honorer eks THK II yang dinyatakan memenuhi syarat diikutkan seleksi CPNS 2018, adalah mereka yang memperoleh ijazah sarjana dan melakukan perekaman pada saat pendataan tahun 2012 sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Lamtim, Thabranie Hasyim, kepada lampost.co, Jumat (12/10/2018) menjelaskan, sebelumnya puluhan guru eks THK II resah dan mengeluh karena mereka tidak bisa registrasi dan mendaftar CPNS 2018. Padahal khusus Pemkab Lamtim pada penerimaan CPNS 22018 ini  terdapat formasi guru eks THK II sejumlah 26.

Puluhan tenaga guru honorer K II itu lanjut Thabranie, tidak bisa mendaftar, karena terganjal  tahun perolehan ijazah S 1 mereka akibat adanya dua aturan atau dua ketentuan yang berbeda. Kedua ketentuan mengenai  tahun perolehan ijazah yang berbeda itu  tercantum dalam surat  dari  Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. E 26-30/v 141-3/99, tanggal 1 Oktober 2018, tentang data eks tenaga honorer K II dan proses pencetakan kartu tanda peserta ujian tenaga honorer K II.

 “Menyikapi hal itu Pemkab Lamtim kemudian mengirimkan surat ke Kepala BKN untuk minta penjelasan sekaligus memohon agar tenaga guru eks THK II yang memenuhi syarat dapat diikut sertakan dalam seleksi penerimaan CPNS 2018,” kata dia.

Jawaban atas persoalan itulah  kemudian terbit surat dari Kemen PAN RB No.B/505/SM.01.00/2018, tanggal 11 Oktober 2018 tentang penjelasan Permen PAN RB No.36 tahun 2018 terkait eks THK II. “Dengan terbitnya surat itu bahwa tenaga guru eks THK II yang bias ikut mendaftar dalam seleksi penerimaan CPNS 2018,” katanya.

Ditambahkan juga oleh Thabranie, berdasarkan ketentuan tersebut, dari puluhan  tenaga guru eks THK II yang ada di Lamtim, tercatat hanya sekitar 26 orang saja yang bisa mendaftar dan ikut seleksi CPNS 2018. Sekitar 26 orang itu bisa ikut mendaftar dan ikut seleksi CPNS melalui formasi tenaga guru eks THK II karena memang telah memenuhi persyaratan, baik dari segi usia, pendidikan, dan lain-lain.

 

 

 

 

Joni Hartawan Jaya

Berita Terkait

Komentar