#tengkorak#tubaba#wargaGunungterang#beritalampung

Temuan Tengkorak di Pinggir Rawa, Diduga Warga yang Hilang Dua Bulan Lalu

( kata)
Temuan Tengkorak di Pinggir Rawa, Diduga Warga yang Hilang Dua Bulan Lalu
Kapolsek Gunungagung AKP Sobari saat tiba dilokasi penemuan tengkorak, di peladangan pinggir rawa dekat kawasan HTI Register 44, Rabu (18/7/2018) siang. (Foto:Dok Polsek Gunungterang).

PANARAGAN (Lampost.co)-- Warga Kecamatan Gunungterang Kabupaten Tulangbawang Barat menemukan tengkorak di peladangan pinggir rawa dekat kawasan HTI Register 44, Rabu (18/7/2018) siang.

Diduga tengkorak tersebut adalah tengkorak manusia yang gantung diri di peladangan HTI. Hal tersebut berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan ada keluarganya hilang tanpa kabar sejak beberapa bulan terakhir. 
Kapolsek Gunungagung AKP Sobari mengatakan, tengkorak yang ditemukan tersebut diduga Parman (45), warga Tiyuh Sumberjaya, Kecamatan Gununggung, Tubaba yang telah dua bulan hilang tanpa kabar.
Dia menuturkan, tengkorak tersebut pertama kali ditemukam Sukirno, warga Dusun Apak Jaya HTI, Kecamatan Gunungterang yang hendak mencari rumput didekat perladangan HTI Register 44, disekitar belukar dekat peladangan HTI. 
Saat tiba diperladangan, Sukirno bertemu Katman (42) yang merupakan adik kandung terduga tengkorak yang ditemukan dan menanyakan keberadaan Parman yang dikabarkan telah lama hilang.
"Sukirno menanyakan kepada Katman apa betul kakaknya yang bernama Parman sudah lama hilang. Dijawab sama Katman iya sudah dua bulan hilang. Lalu Sukirno bilang dia menemukan tulang mirip tengkorak manusia," kata Sobari, kepada lampost.co, Rabu (18/7/2018).

Namun karena Sukirno masih belum menyelesaikan pekerjaannya. Dirinya lantas mengajak Katman untuk mengecek penemuan tulang manusia itu keesokan harinya.
"Karena Sukirno masih ada kerjaan. Barulah hari ini, Sukirno bersama Katman dan Katiman mengecek keberadaan tulang manusia yang ditemukan Sukirno sehari sebelumnya di rawa belukar dekat perkebunan HTI Register 44. Di lokasi ditemukan celana pendek loreng putih dengan kantong samping diduga milik Parman, kakak kandung Katman," kata dia.
Atas penemuan itu, mereka lalu menghubungi kepala Tiyuh dan Bhabinktibmas serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunungagung.

Dari hasil olah TKP lanjutnya,  ditemukan ikat pinggang yang masih terikat tali di atas pohon dengan ketinggian sekitar 9 meter. Tali tersebut masih mengikat leher tengkorak manusia. "Tapi dari permintaan keluarga tidak mau dilakukan autopsi, karena yakin itu adalah tengkorak Parman," katanya. 

 

Ferdi Irwanda



Berita Terkait



Komentar