#pelabuhan#bakauheni

Telat Datang ke Pelabuhan, Tiket Penyeberangan Hangus dan Harus Dibeli Ulang

( kata)
Telat Datang ke Pelabuhan, Tiket Penyeberangan Hangus dan Harus Dibeli Ulang
Petugas di Pelabuhan Bakauheni sedang melakukan pemeriksaan tiket calon penumpang. Lampost.co/Rustam Effendi


Kalianda (Lampost.co) -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendorong pengguna jasa agar melakukan pembelian tiket online secara mandiri melalui web reservasi, aplikasi, atau pun agen resmi Ferizy. Calon penumpang juga bisa membeli tiket di Alfamart dan Agen BRILink

Selain di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), pembelian tiket online secara juga diterapkan di Pelabuhan Merak, Ketapang, dan Gilimanuk.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin mengatakan, layanan tiket Ferizy semakin mutakhir karena telah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi secara realtime saat pengguna jasa melakukan reservasi dan check in.

Melalui teknologi ini, pihak pelabuhan dapat melakukan monitoring data memastikan pengguna jasa yang hendak menyeberang adalah mereka yang telah sesuai dengan ketentuan persyaratan penyeberangan. 

"Hal ini sesuai dengan Addendum Surat Edaran Ketua Satgas Covid-19 No 24 Tahun 2021 tentang syarat perjalanan transportasi publik termasuk penyeberangan. Dalam regulasi tersebut mewajibkan pengguna jasa telah menerima vaksin dua kali dan hasil tes negatif covid-19 dengan masa berlaku tertentu selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," katanya, Minggu, 2 Januari 2022. 

Baca: Seratusan Ribu Orang Masuk Sumatra lewat Bakauheni dalam Sepekan

 

Pada saat momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), lanjutnya, ASDP menciptakan dan mengimplementasikan sebuah inovasi digitalisasi baru dengan menerapkan sistem mobile verifikasi dokumen perjalanan. Inovasi ini bertujuan untuk mengefektifkan verifikasi dokumen perjalanan mulai dari kesesuaian data identitas, nomor polisi kendaraan, hingga dokumen vaksin, dan hasil negatif tes covid-19. 

"Melalui aplikasi dan sistem mobile verifikator ini diharapkan proses pemeriksaan dokumen perjalanan pengguna jasa menjadi lebih cepat, akurat, tepat dan lebih optimal," lanjutnya. 

Shelvy menjelaskan, bagi pengguna jasa yang telah membeli tiket diharuskan tiba di pelabuhan lebih awal. Calon penumpang harus melakukan check in dan cetak boarding pass paling cepat dua jam sebelum jadwal masuk pelabuhan dan paling lambat sesuai jadwal masuk pelabuhan. 

Apabila pengguna jasa tiba di pelabuhan melebihi waktu jadwal masuk pelabuhan yang dipilih, maka tiket akan hangus sehingga pengguna harus membeli tiket kembali via online. 

"Jika ada kendala yang dihadapi yang dapat menyebabkan keterlambatan, dapat melakukan reschedule atau refund tiket paling lambat dua jam sebelum jadwal masuk pelabuhan," jelasnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar