#tanamankatu#beritalamsel#stunting

Tekan Stunting, Puskesmas Palas Gelar Tanam Katu Serentak

( kata)
Tekan Stunting, Puskesmas Palas Gelar Tanam Katu Serentak
UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menggelar pertemuan untuk penanaman pohon katu secera serentak di Desa Tanjungsari, Jumat (17/1/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Unit Pelakasana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Lampung Selatan, melakukan penanaman katu secara serentak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas, Jumat, 17 Januari 2020. Hal itu dalam rangka mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak.

Desa Tanjungsari merupakan daerah yang menyandang status lokasi khusus stunting. Dengan adanya penanaman katu itu dapat melepas status lokasi khusus stunting.

Kepala UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas Rosmeli mengatakan akan berupaya untuk melapas Desa Tanjungsari sebagai lokasi khusus stunting.

"Tahun 2020 ini Desa Tanjungsari menjadi lokasi khusus stunting. Untuk itu, pada Januari 2020 ini kami mulai bergerak untuk melakukan pencegahan serta melepas status desa stunting tersebut," kata dia.

Rosmeli mengatakan di2019 lalu dalam kegiatan konvergensi stunting di Desa Tanjungsari terdapat 354 balita yang menjadi sasaran. Dengan hasil 29 persen prevelensi stunting atau sebanyak 102 balita yang dinyatakan stunting.

"Desa yang dinyatakan bebas stunting memiliki angka prevelensi dibawah 20 persen. Sementara di Desa Tanjungsari angka prevelensinya sebesar 29 persen dari 354 balita atau ditemukan 102 balita stunting," kata dia.

Menurur Rosmeli salah satu upaya untuk menekan angka stunting tersebut yaitu dilakukan dengan intervensi gizi spesifik balita untuk 1.000 hari pertama kehidupan. Termasuk dengan gerakan penanaman katuk di Desa Tanjungsari.

"Penanaman tanaman katu ini sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu menyusui dan balita. Selain itu, daun katu juga memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi, tak kalah dengan daun kelor. Terutama untuk memperlancar ASI untuk ibu menyusui," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar