#Tanggap#Bencana#Alam#Liwa#LampungBarat

Tekan Resiko Bencana, Lambar Gelar FGD

( kata)
Tekan Resiko Bencana, Lambar Gelar FGD
Pemkab Lambar melalui Balitbang menggelar FGD bencana untuk meminimalisir resiko bencana, Kamis (27/9/2018) (Lampost/Eliyah)

LIWA (Lampost.co) -- Dalam rangka menggali komitmen serta sebagai bahan dalam penyusunan program terkait dengan daerah rawan bencana, Pemkab Lampung Barat melalui Badan Litbang setempat, Kamis (27/9/2018), menggelar Forum Group Discussion (FGD).

FGD yang diikuti 24 peserta utusan OPD terkait itu dibuka oleh Ka.Bappeda Lambar Okmal. Sementara pemateri yang dihadirkan yaitu Kepala Pusat Geoteknologi LIPI dari Bandung Eko Yulianto dan Kepala UPT Loka Uji Teknik Penambangan dan Mitigasi Bencana Evi Dwi Yanti.

Kepala Bappeda Lambar Okmal saat membuka kegiatan itu, antara lain menyampaikan wilayah Lampung Barat berada pada zona subdaksi antara lempeng Australia dengan lempeng samudra Hindia. Secara geologi kota Liwa disusun oleh batuan volkanik muda dan endapan volkanik muda yang belum terkonsolidasi dengan bai. Karena itu daerah Liwa menjadi sangat rawan terhadap bencana gempa bumi.

Daerah Liwa dan sekitarnya sering mengalami gempa bumi, baik yang bersumber dari perairan maupun daratan. Sumber gempa bumi yang terjadi di perairan adalah diperngaruhi oleh tumbukan antar lempeng. Sementara gempa yang bersumber dari daratan adalah dipengaruhi oleh patahan sumatera yang terdapat memanjang di pulau Sumatera. Bahkan akibat gempa yang bersumber dari daratan itu, Liwa dan sekitarnya pernah mengalami bencana yang menimbulkan kerugian besar.

Berbagai cara telah dilaksanakan untuk mengantisipasinya termasuk meningkatkan edukasi dan kualitas bangunan. Bahkan tahun ini Pemkab Lambar juga telah mulai melaksanakan program unggulan sebagai Kabupaten tangguh bencana dalam rangka mengurangi resiko jika terjadi bencana.

Okmal menambahkan, bencana tidak dapat diprediksi tentang kapan dan dimana terjadinya. Namun untuk mengantisiapsi hal itu maka Pemkab perlu mencari solusi dan upaya untuk menekan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Sebab itu FGD yang digelar dengan tema "Peran Tanggungjawab Pemerintah Daerah Rawan Bencana" ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan dan imppementasi sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD terkait.

 

 

 

Eliyah



Berita Terkait



Komentar