#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis

Tekan Inflasi Nataru, Operasi Pasar Bakal Digelar di PKOR Way Halim pada 28 Oktober

( kata)
Tekan Inflasi Nataru, Operasi Pasar Bakal Digelar di PKOR Way Halim pada 28 Oktober
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil saat ditemui, Rabu, 14 Desember 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung akan menggelar operasi pasar (OP) untuk menekan inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Adapun rencana pelaksanaan operasi pasar akan dilakukan pada Rabu 28 Desember 2022 berlokasi di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung. 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil mengatakan merespon dari laporan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar, sehingga Pemprov Lampung akan lakukan operasi pasar tersebut. 

"Disperindag Provinsi Lampung memiliki petugas pemantau pasar yang setiap hari bertugas memantau harga kebutuhan pokok yang ada dipasar, dimana setelah dilihat benar sejumlah komoditi mulai meningkat harganya," kata M. Zimmi Skil, Rabu, 14 Desember 2022. 

Dia mengatakan nantinya Disperindag Provinsi Lampung menggelar operasi pasar dengan menyediakan ribuan kilodan ribuan liter stok bahan pokok untuk memastikan ketersediaan pada masyarakat yang hadir nanti.

Baca juga:  Harga Sejumlah Bahan Pangan Meroket Jelang Nataru

"Stok yang disiapkan 3.000 liter minyak goreng dan komoditi lain, misal cabai 3.000 kilo," katanya. 

"Komoditas apa saja yang akan dilakukan operasi pasar kita akan lihat seiring dengan perkembangan harga ke depan. Tapi yang saat ini mengalami kenaikan itu seperti telur Rp28 ribu sampai Rp30 ribu, minyak goreng curah Rp15.000, cabai merah besar Rp35.000 dan bawang merah Rp35.000," sambungnya.

Melihat hal itu, kata dia, pihaknya akan melakukan subsidi dengan melihat harga distributor. "Misal bawang merah Rp35.000 maka akan dijual oleh Dinas Perindag Rp28.000. Akan ada penurunan harga Rp5 ribu sampai Rp8 ribu oleh kita," katanya. 

Sementara itu Pengamat Ekonomi Unila Marselina mengatakan jika pelaksanaan operasi pasar akan baik jika dilakukan secara merata di daerah-daerah yang ada di Provinsi Lampung. "Kalau bisa pemerintah memetakan mana daerah yang rawan terhadap kenaikan harga dan dilakukan operasi pasar di titik itu," katanya.

Sebab menurutnya, operasi pasar merupakan langkah yang tepat di tengah peningkatan konsumsi menyambut hari raya keagamaan, sehingga hukum ekonomi terkait supply and demand berlaku. 

"Disini langkah operasi pasar sudah tepat, tapi akan lebih tepat jika dilakukan merata di daerah lain," pungkas dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar