#pengangguran#tenagakerja#beritalampung

Tekan Angka Pengangguran di Tengah Pandemi

( kata)
Tekan Angka Pengangguran di Tengah Pandemi
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Lukmansyah. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Pengangguran di Provinsi Lampung setiap tahunnya mengalami peningkatan. Semua pihak harus berperan aktif untuk sama-sama menekan angka pengangguran yang ada. Terlebih, adanya dampak dari pandemi Covid-19 tahun ini membuat peningkatan pengangguran semakin meningkat karena banyak perusahaan yang memberhentikan pekerjanya.

Sesuai dengan data pekerja, buruh formal, dan informasi yang di PHK/Dirumahkan dampak dari Covid-19 kabupaten/kota di Lampung yang terekap di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Januari - Juni 2020. Ada total 163 orang di PHK dan 3.399 orang dirumahkan dengan rincian untuk sektor formal ada 163 orang di PHK dan 1.600 orang dirumahkan, sementara sektor informal ada 1.799 orang dirumahkan.

Sementara untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Lampung yang pulang ketanah air sebanyak 1.823 dengan alasan terbanyak PMI yang pulang ke Lampung karena habis masa kontraknya sebanyak 1.654 orang.

Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung juga merilis pada bulan Mei 2020 lalu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik sebesar 0,32% dalam setahun terakhir. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 8,49%. Penduduk yang bekerja sebanyak 4,24 juta orang, naik sebanyak 10,3 ribu orang dari Februari 2019.

Tiga lapangan pekerjaan yang dominan menyerap tenaga kerja Lampung adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyerap 46,41% penduduk bekerja. Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran 18,42% dan sektor industri pengolahan sebesar 9,26%. Apabila diakumulasikan, ketiga sektor ini menyerap 74,09%.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Lukmansyah mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka di Provinsi Lampung.

Ia mengatakan bahwa program-program dan pemberdayaan untuk masyarakat yang menganggur akan terus dilakukan.

"Kita punya program supaya tingkat pengangguran terbuka itu bisa ditekan. Tingkat pengangguran kita di tahun 2019 sekitar 4,03% dengan angka pengangguran 177 ribuan orang," kata Lukmansyah, Minggu, 21 Juni 2020.

Ia berharap bahwa angka pengangguran bisa ditekan secepatnya dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut antara lain, kerjasama atau bermitra dengan perusahaan, program magang bersama perusahaan, membuka lapangan usaha baru dengan menggandeng perusahaan menengah, meningkatkan kerjasama dengan negara lain dalam rangka penguatan PMI, pelatihan-pelatihan usaha dan sebagainya.

"Tahun ini beberapa program terkena efisiensi dan refocusing anggaran. Kedepan di era new normal kita akan lanjutkan program-program kembali dalam rangka meningkatkan kualitas calon tenaga kerja," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar