#lapas#narkotika

Taufik Basari Soroti Kapasitas Lapas Way Hui

( kata)
Taufik Basari Soroti Kapasitas Lapas Way Hui
Lampost.co/Andi Apriadi

Lampung Selatan (Lampost.co) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Taufik Basari melakasanakan kunjungan kerja perseorangan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA, Way Hui, Bandar Lampung, Jumat, 13 Maret 2020.

Dalam kunjungannya tersebut Tobas sapaan akrabnya bersama rombongan disambut Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Hensah dan pegawai Lapas serta puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Taufik Basari mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ini. Ia telah menerima laporan dan masukan dari masing-masing satuan kerja (Satker) dari setia Lapas yang berada di Way Hui.

"Hari saya berkunjung ke Lapas Way Hui, di sini ada empat satker yaitu Lapas Narkotika, Lapas Wanita, Rubasan dan Rutan. Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari masing-masing Satker dan berbagai keluhan, kendala dan masukan sudah di sampaikan semua oleh mereka," ujarnya.

Tobas juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah merespon laporan dan mencatat semua keluhan yang ada di Lapas dan lainnya yaitu persoalan kelebihan kapasitas yang ada di Lapas.

"Soal kelebihan kapasitas yang memang banyak terjadi di Lapas. Tentu ini menjadi perhatian kami semua, saya juga akan mencarikan solusinya dengan Kementrian Hukum dan Ham untuk membuat strategi agar Lapas-lapas ini tidak kelebihan kapasitas," paparnya.

Menurut Ketua DPW Partai NasDem Lampung ini, sekitar 70 persen penghuni Lapas adalah kasus narkotika yang rata-rata mereka sebagian pengguna atau pecandu.

"Oleh karena itu, kami ingin kerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan untuk memprioritaskan pidana dalam rehabilitasi pada para pencandu agar tidak semuanya harus diberikan sanksi pidana berupa hukuman penjara yang ada di Lapas ini," kata dia.

Dia menambahkan, solusi lainnya untuk mengurangi kapasitas yakni dengan menambah Lapas. Namun, hal tersebut akan mengalami kesulitan karena terkendala anggaran.

"Upaya lainnya menambah lapas, tapi akan terkendala dianggaran. Hal tersebut merupakan penyelesaian jangka pendek namum masih sulit," tandasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar