#UBL

Taufik Basari Sayangkan UBL Laporkan Mahasiswanya ke Polisi

( kata)
Taufik Basari Sayangkan UBL Laporkan Mahasiswanya ke Polisi
Suasana di UBL. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 17 Februari 2021, yang keberatan dengan besaran uang kuliah tunggal berbuntut panjang. Pihak kampus melaporkan mahasiswa ke Polresta Bandar Lampung dengan dugaan tindak pidana melakukan Pelanggaran Undang-Undang Kekarantinaan.

Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari angkat bicara terkait hal ini. Taufik mengatakan kampus mestinya menjadi laboratorium demokrasi. Dinamika yang terjadi di lingkungan kampus tidak harus selalu berujung ke pihak berwajib.

Baca juga: UBL Tepis Membungkam Demokrasi

"Saya menyayangkan adanya pelaporan ke Polresta Bandar Lampung oleh pihak kampus terhadap mahasiswa yang demo. Kampus idelanya harus bisa menerima tuntutan mahasiswa secara humanis, tidak perlu sampai melaporkan kritikan ke pihak berwajib," ungkap Taufik.

Menurutnya pelaporan terhadap mahasiswa jurusan hukum, Sultan Ali Sabana dan mahasiswa Fakuktas Ilmu komputer dan Informastika, Reyno Pahlevi, menunjukkan ketidakdewasaan pihak kampus dalam menyikapi persoalan yang ada. Tuntutan mahasiswa yang menginginkan penurunan SPP dan beberapa tuntutan lainnya menurut Taufik, mestinya bisa diselesaikan dengan cara-cara yang lebih bijak.  

"Kampus justru menunjukkan arogansinya jika penyelesaian tuntutan mahasiswa malah dibawah ranah hukum. Yang perlu dipahami dan diterima dengan kepala dingin bahwa, unjuk rasa mahasiswa merupakan salah satu bentuk kebebasan berekpresi dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi," katanya.

Taufik yang juga merupakan anggota DPR RI terpilih dari perwakilan Dapil Lampung I ini berharap tidak boleh ada upaya pembungkaman terhadap suara-suara kritis mahasiswa, apalagi hanya dilakukan di lingkungan kampus.

Winarko







Berita Terkait



Komentar