#covdi-19#taufikbasari

Taufik Basari: Peran Masyarakat Penting Dalam Memutus Penyebaran Covid-19

( kata)
Taufik Basari: Peran Masyarakat Penting Dalam Memutus Penyebaran Covid-19
Anggota Komisi III DPR Taufik Basari saat menyambangi Tim Mulei Metro yang tergabung dalam tim Covid Hunter. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Masyarakat Metro diingatkan dapat bekerja sama dengan tim gugus tugas guna menekan terjadinya penambahan kasus Covid-19. Sebab, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran.

"Jadi ini memang salah satu tugas dari kepolisian termasuk Polresta Metro untuk mencegah  penambahan kasus Covid-19. Namun, keberhasilan ini bisa diraih atas bantuan dan dorongan masyarakat juga," kata anggota Komisi III DPR Taufik Basari usai kunjungannya ke Mapolres Metro, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut Tobas, sapaan akrabnya, langkah yang dilakukan Polres Metro dengan membentuk tim Covid Hunter sangatlah tepat. "Ada dari laporan Kapolres Ibu Retno soal kesiapan personelnya melakukan pencegahan, termasuk engan dibentuknya tim Covid Hunter yang sudah keliling untuk mengingatkan masyarakat. Dengan itu, sekarang harus ada timbal balik dari masyarakat. Jadi masyarakat juga harus punya kesadaran untuk melaksanakan tersebut," ujarnya. 

Hal senada diungkapkan Kapolres Metro, Retno Priharwati, pihaknya membentuk tim Covid Hunter agar dapat menyosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

"Ini adalah sebuah kerja sama yang harus dibangun gugus tugas, termasuk di antaranya Pemerintah Kota Metro, kodim, dan polres. Di samping itu juga beberapa kegiatan yang sering kami laksanakan dengan mendistribusikan sejumlah bantuan kepada masyarakat," katanya.

Dia menekankan kembali kepada masyarakat agar bersama-sama untuk menerapkan protokol kesehatan. "Namun, sekali lagi ini juga memerlukan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Operasi Yustisi itu tidak akan bernilai apabila masyarakat hanya menggunakan masker dan tidak berkerumun apabila ada operasi saja," ujarnya.

Dia menambahkan tidak hanya petugas saja yang berhak mengingat untuk menerapkan protokol kesehatan. Semua elemen wajib menerapkan hal itu.

"Operasi Yustisi bukan melakukan pemaksaan tetapi membangun kesadaran masyarakat agar untuk tidak melanggar peraturan kesehatan dan tilang mengulanginya. Untuk kesadaran ini siapa saja berhak mengingat dan memiliki tanggung jawab bersama-sama untuk melakukan pencegahan," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar