#rhinosumatera#beritalampung#tnbbs

Tarif Retribusi Memberatkan Pengepul dan Petambak Udang

( kata)
Tarif Retribusi Memberatkan Pengepul dan Petambak Udang
Tambak tradisional di pesisir timur desa Berundung kecamatan Ketapang, Lamsel tidak tergarap optimal karena serangan virus sementara tarif retribusi perikanan naik. Lampost.co/ Aan Kridolaksono.

KALIANDA (Lampost.co): Pengepul dan petambak udang vaname di pesisir timur kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan penetapan tarif retribusi izin usaha perikanan.

 
“Mau merintis usaha kami masih dikejar aturan-aturan yang dibuat pemerintah daerah.  Dimana retribusi untuk pengumpulan udang sangat memberatkan, " kata seorang pengepul udang vaname di pesisir timur desa Berundung,  kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan,  Suratin (45) kepada lampost.co,  Minggu 27 Oktober 2019.


Hanya membuka izin usaha pengumpulan ikan saja, membutuhkan biaya hingga puluhan juta. "Izin usaha pengumpulan ikan saja dibanderol Rp10 juta per bulan.  Belum lagi izin timbangan (tera)  dan izin usaha dan ganguan yang harus kami keluarkan," keluhnya.

"Kami harap aturan-aturan dibuat yang sederhana, yang memudahkan, dan membantu masyarakat namun tidak merugikan," harap Suratmin.

Diketahui Peraturan Bupati Lampung Selatan nomor 13 tahun 2017 tentang Penetapan Retribusi Izin Perikanan.  Dimana retribusi izin usaha perikanan untuk kegiatan pengumpulan atau pengolahan atau perdagangan ikan adalah usaha kecil per unit sebanyak 500 sampai 1000 kg  dikenakan tarif Rp1 juta per bulan. Kemudian usaha skala menengah per unit sebanyak 1.000-5.000 kg dikenakan tarif Rp5 juta per bulan, dan usaha skala besar per unit di atas 5.000 kg dikenakan tarif Rp10 juta per bulan.


Keluhan senada juga disampaikan ratusan petambak udang vaname di pesisir timur kabupaten setempat meliputi kecamatan Bakauheni,  Ketapang dan Sragi. Mereka mengeluhkan besaran retribusi izin usaha perikanan untuk kegiatan pembudidaya pembesaran ikan dan udang adalah  tambak intensif per panen dikenakan tarif Rp3 juta per hektar,  tambak tradisional Rp500 ribu per hektar,  keramba/jaring apung Rp300 ribu per unit.


Ramal, petambak udang mengatakan retribusi untuk petambak udang intensif yang akan naik menjadi Rp3 juta per panen per ha memberatkan pada situasi seperti sekarang ini.  Dimana harga udang sedang anjlok disusul hasil panen merosot akibat serangan virus <i>white</i> dan <i>mio</i>. "Disisi lain kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Namun saat pungutan,  kami paling besar bayarnya," ucapnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar