#ojek#ojekonline#gojek

Tarif Ojek Online Berubah Lagi

( kata)
Tarif Ojek Online Berubah Lagi
Deretan pengemudi ojek online.MI/Panca Syurkani


Jakarta (Lampost.co): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengawasi perluasan implementasi tarif baru ojek online yang berlaku mulai hari ini. Pengawasan dilakukan masing-masing Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

"Saya akan kirimkan surat. Semuanya akan membantu masalah pengawasan, bagaimana tingkat kepatuhan aplikator," kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi kepada Media Indonesia, Minggu, 1 September 2019.

Pada 2 September 2019, tarif ojek online yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi akan berlaku di 224 kota wilayah operasional Grab dan 221 kota wilayah operasional Gojek. Saat ini, tarif tersebut baru berlaku di 123 kota.

Setelah satu hingga dua minggu dari pemberlakuan perluasan penerapan tarif ojek online tersebut, dikatakan Budi, pihaknya akan melakukan survei. Survei dilakukan untuk melihat bagaimana respons baik dari pengemudi, pengguna dan aplikator atas aturan tarif baru tersebut.

Budi pun menyebut bahwa dua aplikator baik Grab maupun Gojek sudah siap mengikuti aturan yang tertuang di dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019. "Mereka sudah siap," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno menyambut baik dan siap melaksanakan perluasan tarif ojek online di seluruh Indonesia sesuai aturan yang berlaku.

"Kami akan menyesuaikan aspek teknologi, seperti algoritma dan GPS, sesuai dengan skema tarif yang baru di 224 kota di seluruh Indonesia tempat Grab beroperasi. Selain itu kami juga akan secara rutin melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudi kami," terangnya.

Menurut survei yang dilakukan Grab terhadap mitra pengemudi, jelasnya, disebutkan bahwa kenaikan tarif berpengaruh positif terhadap pendapatan mitra pengemudi, disertai dengan jumlah orderan yang stabil.

Lebih lanjut, ia pun menuturkan bahwa kehadiran Grab di Indonesia juga telah memberi kontribusi ekonomi sebesar Rp48,9 triliun dari peningkatan pendapatan mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike, mitra GrabFood, dan agen Kudo individual.

Tak hanya itu, kehadiran Grab juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Jabodetabek sebesar Rp46,14 triliun dalam bentuk surplus konsumen.

medcom.id







Berita Terkait



Komentar