#tarifkargo#ekbis#jasapengiriman

Tarif Kargo Naik, Asperindo Surati Presiden

( kata)
Tarif Kargo Naik, Asperindo Surati Presiden
Ilustrasi kenaikan harga kargo. Foto: Dok/bandara.id


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyurati Presiden Joko Widodo untuk mengatasi polemik kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU). Sebab, kebijakan yang diambil maskapai penerbangan untuk harga pengiriman kargo itu meresahkan dan merugikan pengusaha.

Sekretaris Asperindo Lampung, Supriyatna menjelaskan seluruh anggota dalam organisasi tersebut secara terang menolak ketetapan kenaikan tarif hingga 50% itu. Bahkan, dalam kurun waktu Oktober hingga Januari sudah terjadi 5 kali kenaikan tarif kargo pesawat. Sebab, efek kenaikan itu terjadi pada harga barang. Dampak khususnya membuat Usaha Kecil Menengah semakin kesulitan.

"Kami menolak kenaikan tarif yang ugal-ugalan itu. Memang ada beberapa daerah yang tarifnya tidak naik, tetapi daerah lainnya naik sampai 50%. Kenaikan itu terjadi mulai Oktober, November, sampai Januari sudah sampai 5 kali dari Garuda Air, Lion Air sudah 4 kali, dan Sriwijaya 2 kali," kata Supriyatna kepada Lampost.co, Minggu (27/1/2019).

Menanggapi kebijakan tersebut, lanjutnya, seluruh lapisan Asperindo baik ditingkat provinsi maupun pusat pun menggelar rapat pleno. Hasilnya, organisasi itu pun menyurati Presiden RI. Dengan harapan pemerintah dapat berperan dalam menengahkan persoalan SMU tersebut. "Ada juga usulan dari beberapa daerah lainnya untuk menggelar aksi boikot pengiriman kargo menggunakan pesawat. Tapi, dalam pleno itu sudah disepakati pembentukan kelompok kerja (Pokja) dari unsur DPP, DPW, dan DPD Asperindo se Indonesia. Sehingga keputusan boikot itu menunggu hasil penelitian dari tim pokja. Kalau Pokja menilai perlu melakukan aksi itu, maka di DPW serentak mengikutinya," ujarnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar