#tajuklampungpost#tarif-ojol#ojek-online

Tarif Bijak Angkutan Daring

( kata)
Tarif Bijak Angkutan Daring
Foto Ilustrasi Google Images

TRANSPORTASI merupakan kebutuhan utama manusia dalam pergerakan dan digunakan untuk memudahkan manusia melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih pada era digital saat ini yang membutuhkan kecepatan dan juga keamanan plus kenyamanan.

Transportasi online seperti ojek online (ojol) menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang membutuhkan kemudahan dan kecepatan tanpa harus bersusah payah datang ke stasiun atau pangkalan. Ini telah menjadi santapan masyarakat sejak beberapa tahun terakhir.

Kehadiran ojol sudah seperti kebutuhan umum. Namun, belakangan ini tarif ojol dikenakan membuat pengguna ojol kaget, bahkan tak sedikit yang membatalkan orderan. Omzet pengemudi ojol pun terpengaruh, ikut turun.

Kini pemerintah dan operator ojol bakalan menaikkan kembali tarif yang dikenakan.

Meskipun Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan soal tarif ojek online masih melakukan evaluasi lanjutan, bisa saja naik, turun atau tetap.

Tetapi, peraturan tarif baru ojek online telah disiapkan dan diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019. Dalam beleid tersebut, tarif ojek untuk seluruh wilayah rata-rata naik sebesar 20 persen.

Kementerian mengelompokkan penarifan tersebut dalam tiga zona. Di antaranya zona I, II, dan III.

Tarif batas bawah untuk zona I yang meliputi wilayah Sumatera, Jawa (tidak termasuk Jabodetabek), dan Bali ditetapkan sebesar Rp1.850. Sedangkan biaya jasa batas atas untuk zona tersebut ialah Rp2.300.

Sementara itu, tarif batas bawah yang meliputi wilayah Jabodetabek diatur sebesar Rp2.000 dan tarif batas atas sebesar Rp2.500. Terakhir, zona III yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua, dan NTB diatur sebesar Rp2.100 dengan tarif batas atas sebesar Rp2.600.

Kenaikan tarif ini harus dikaji lebih matang lagi dangan melihat semua aspek, mulai dari konsumen maupun bagi mitra ojol itu sendiri.

Makin banyaknya ojol yang hadir juga memberikan pilihan bagi konsumen.

Apalagi tarif mahal ini juga berimbas pada bisnis kuliner yang tengah tren dan menjamur.

Intinya tarif yang dikenakan tak membebankan konsumen dan tak juga mencekik pengemudi ojol alias tarif yang pantas bagi semua. *

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar