#lambar#budaya#tari

Tari Batin Lambar Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

( kata)
Tari Batin Lambar Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Seni tari batin ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI melalui sidang WBTBI di Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023. (Foto: Dok Pemkab Lambar)


Liwa (Lampost.co) -- Seni tari batin atau yang biasa disebut takhi batin dari Lampung Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI melalui sidang WBTBI di Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023, malam.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riyadi Andrianto menjelaskan tari batin asal Lambar itu ditetapkan sebagai WBTBI bersama tujuh warisan budaya lainya yang berasal dari Provinsi Lampung.

Penetapan tari batin sebagai salah satu WBTBI itu dilaksanakan setelah melalui proses sidang ketiga yang kemudian diumumkan oleh Ketua Tim Ahli WBTBI 2023 Prof Dr Gabriel Roosmargo Lono Lastori Simatupang yang dihadiri juga oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek RI  Hilmar Farid.

Menurutnya, berdasarkan pengumuman hasil sidang WBTBI itu, dari Lampung ada delapan yang ditetapkan sebagai WBTBI yaitu Pekhos Masin, Takhi Batin, Takhi Khudat, Cangget Bakha, Petikan Gitakh Klasik Lappung Pepadun, Tukhun Mandei, Takhi Piring Khua Belas dan Takhi Bujantan Budamping.

Riyadi menambahkan, tari batin itu ditetapkan sebagai salah satu WBTBI setelah pihaknya mengusulkan sebanyak 7 jenis. Ketujuh jenis seni dan budaya yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai WBTBI itu, di antaranya tari batin, celugam, dan tateduhan. “Namun hanya tari batin yang akhirnya masuk kreteria untuk ditetapkan sebagai WBTBI,” kata dia, Jumat, 01 September 2023.

Penetapan takhi batin sebagai WBTBI ini merupakan salah satu hal yang penting dalam melindungi dan menghargai warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Saibatin yang tumbuh berkembang di Lambar yang merupakan daerah asal para sai batin.  

Ia menuturkan berdasarkan sejarahnya, tari batin ini diciptakan oleh Ratu Marga Liwa V, Kajjong Dalom (nenek) dari Pun Pusekam Suntan Pangeran Indrapati Cakranegara VII Sai Batin Marga Liwa berkedudukan di Negeri Agung tepatnya di Pekon Way Empulau Ulu Muhammad Harya Ramdhoni sekitar tahun 1950.

Latar belakang diciptakan tarian ini adalah untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada tamu agung. Oleh karena itu, tari batin ini diadakan pada setiap kegiatan penyambutan tamu agung dan tamu penting.

“Penetapan tari batin sebagai warisan budaya ini patut disyukuri sebab ini merupakan sebuah pengakuan formal bahwa tari batin patut masuk dam WBTBI. Dengan ditetapkanya tari batin sebagai salah satu WBTBI ini maka ke depan tari batin menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan pemangku kepentingan urusan kebudayaan untuk dapat melestarikan dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar