#pbb#pajak

Target Tak Tercapai, DBH Pajak 2022 pada 12 Desa di Palas Tak Cair

( kata)
Target Tak Tercapai, DBH Pajak 2022 pada 12 Desa di Palas Tak Cair
Pajak bumi dan bangunan. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) – Dana bagi hasil (DBH) pajak 2022 pada 12 desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dipastikan tidak bisa dicairkan. Sebab, capaian realisasi pajak bumi dan bangunan sektor perkotaan dan perdesaan (PBB-P2) di bawah target 75 persen.

Kepala UPTD Pelayanan Perpajakan Kecamatan Palas-Way Panji, Rusli, menjelaskan dari 21 desa di Kecamatan Palas, hanya sembilan desa yang bisa mencairkan dana DBH Pajak 2022.

"Sedangkan 12 desa lainnya tidak bisa mencairkan  karena capaian realisasi PBB-P2 di bawah 75 persen hingga batas akhir 30 September lalu," kata Rusli, di ruang kerjanya, Rabu, 5 Oktober 2022.

Dia merinci ke-12 desa tersebut, yakni Desa Sukamulya hanya 10,93 persen, Palasjaya 24,52 persen, Mekarmulya 44,95 persen, Bumirestu 45,53 persen, Tanjungsari 46,28 persen, Kalirejo 57,18 persen, Bumiasih 61,43 persen, Palaspasemah 65,32 persen, Bangunan 69,48 persen, Sukaraja 71,42 persen, Pematangbaru 74,64 persen dan Bandanhurip 74,96 persen.

"Sedangkan, sembilan desa lainnya yang bisa mencairkan dana DBH Pajak 2022, yakni Desa Bumiasri, Pulautengah, Tanjungjaya, Rejomulyo, Pulaujaya, Baliagung, Palasaji, Sukabakti dan Bumidaya. Capaian realisasi PBB-P2 lebih dari 75 persen," kata dia.

Sementara, bagi wajib pajak yang belum melunasi tagihan PBB-nya, maka dikenakan denda dua persen dari jumlah ketetapan pokok mulai 1 Oktober 2022.

Menurutnya, capaian realisasi PBB-P2 tersebut belum termasuk dengan data penghapusan Surat Penagihan Pajak Terhutang (SPPT). Artinya, ada kemungkinan data tersebut bisa berubah.

"Sampai saat ini pengajuan penghapusan SPPT PBB-P2 masih dalam proses. Untuk itu, datanya belum termasuk data penghapusan," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar