#lambar#pertanian#autp#sawah#padi

Target Program AUTP di Lambar Tidak Tercapai

( kata)
Target Program AUTP di Lambar Tidak Tercapai
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- Target lahan tanaman padi petani Lampung Barat yang ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada 2019 tidak tercapai. Lahan yang terdaftar hanya 241 hektare dari target 1.000 ha.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Lambar Yedi Ruhyadi melalui Kasi Pengolahan Lahan dan Irigasi Ferdi Nitiarga mengatakan dari 241 ha yang didaftarkan pemiliknya dalam program AUTP itu, 24,75 ha di antaranya pemiliknya telah mengajukan klaim.

Ke-241 ha tanaman padi yang masuk program AUTP pada 2019 itu, rinciannya dari Kecamatan Bandarnegeri Suoh 140,75 ha, seluas 11,50 ha di antaranya mengajukan klaim. Klaim dana asuransi untuk petani di Bandarnegeri Suoh ini masih dalam proses.

Kemudian dari Lumbok Seminung 69,25 ha dengan 10,25 ha, di antaranya diajukan klaim yang prosesnya sudah selesai dicairkan. Lalu 31 ha dari Kecamatan Sukau dengan 3 ha di antaranya mengajukan klaim yang hingga kini masih dalam proses.

"Total tanaman padi yang mengajukan klaim seluas 24,75 ha dari total tanaman yang masuk asuransi seluas 241 ha," kata Ferdi, Kamis, 28 November 2019.

Tanaman seluas 24,75 ha yang diajukan klaim asuransinya itu adalah karena gagal panen. Untuk petani pemilik 3 ha tanaman padi di Kecamatan Sukau mengajukan klaim disebabkan serangan hama wereng. Kemudian petani di Lumbok Seminung disebabkan blash dan di Bandarnegeri Suoh karena kekeringan.

“Kika melihat data luasan tanaman padi yang terdaftar pada program AUTP yang hanya mencapai 241 ha itu, dapat dipastikan target 1.000 ha tanaman masuk program AUTP tahun ini tidak tercapai,” katanya.

Menurut dia, masih rendahnya pencapaian target program AUTP tahun ini disebabkan proses pendaftaran AUTP tahun ini baru dapat terlaksana mulai di Maret. Hal itu dikarenakan pada awal tahun lalu ada perubahan sistem dari pendaftaran secara manual beralih ke sistem online sehingga saat itu prosesnya membutuhkan waktu.

"Pada Januari-Februari ada sekitar 200 ha lebih tanaman padi yang hendak didaftarkan pemiliknya tapi saat itu sistemnya belum siap," katanya.

Selain karena pendaftaran baru dibuka di Maret itu, faktor pencapaian target AUTP masih rendah karena masih banyak petani yang belum berminat. Petani rata-rata mengatakan jika tanamannya tidak bermasalah.

Untuk meningkatkan minat petani guna pencapaian target program AUTP sekaligus mengantisipasi kegagalan itu, ke depan pihaknya bersama petugas lapangan akan terus mengintensifkan atau melakukan sosialisasi.

“Kemudian melakukan edukasi serta pembinaan untuk mendorong petani agar mau mengikuti program AUTP dalam rangka antisipasi gagal panen. Lalu bagi petani atau kelompok tani yang telah menerima bantuan sarana pertanian dari pemerintah nantinya diwajibkan mendaftarkan tanaman padinya pada program AUTP,” katanya.

Pencapaian program AUTP tahun ini yang luasannya mencapai 241 ha itu antara lain tersebar di Kecamatan Lumbok Seminung terdiri 69,25 ha milik 5 kelompok tani, yaitu Kelompok Bina Tani seluas 13 Ha. Kemudian Kelompok Agajaya 10 ha, Kelompok Bina Mandiri 26,25 ha, Kelompok Setiwang Raya 10 ha, dan Kelompok Sinar Tani 10 ha. Di Bandarnegeri Suoh 140,75 ha dan Sukau 31 ha.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar