#PAD#LAMBAR

Target PAD Lambar 2021 Diusulkan Turun Rp2,79 Miliar 

( kata)
Target PAD Lambar 2021 Diusulkan Turun Rp2,79 Miliar 
DPRD Lambar menggelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar perubahan KUA dan PPAS TA 2021, Senin, 23 Agustus 2021. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Lampung Barat tahun 2021 diusulkan mengalami penurunan sebesar 2,79 miliar yakni menjadi 66,74 miliar dari target semula sebelum perubahan KUA PPAS sebagaimana yang ditetapkan dalam PPAS murni 2021 yaitu sebesar Rp69,53 miliar. Kemudian dana transfer juga mengalami pengurangan sebesar Rp5,21 miliar menjadi Rp926,85 miliar dari target sebelumnya sebagaimana yang tercantum dalam PPAS murni 2021. Sebaliknya, pada pos lain-lain pendapatan daerah yang sah terjadi kenaikan sebesar Rp613,14 juta.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menyampaikan nota pengantar perubahan KUA dan PPAS TA 2021 dalam rapat paripurna DPRD Lambar, Senin, 23 Agustus 2021. Menurutnya, prioritas pembangunan Pemkab Lambar dalam perubahan KUA tahun 2021 ini terdiri empat poin. Pertama, memantapkan kualitas infrastruktur daerah dengan memperhatikan mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan dasar untuk peningkatan kualitas dan daya saing SDM. Ketiga, meningkatan nilai tambah produk unggulan yang inovatif dan Sektor Pariwisata untuk meningkatkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan keempat meningkatkan Kualitas Birokrasi dan Stabilitas Kamtibmas.

Kemudian target makro Kabupaten Lampung Barat pada perubahan tahun 2021 yaitu pertama target jalan mantap  yaitu sebesar 64,18 persen. Kedua, Indeks Pembangunan Manusia sebesar 68,42 poin. Ketiga, pertumbuhan ekonomi sebelum perubahan berkisar antara 3,5 sampai dengan 4,2 persen menjadi berkisar antara 2,75 sampai dengan 3,75 persen untuk skenario berat dan berkisar antara 3,76 sampai dengan 4,76 persen untuk skenario sedang, untuk target inflasi tetap berkisar antara 3,5 sampai dengan 4 persen.

Baca juga: Realisasi PAD Lambar Mencapai Rp19,5 Miliar
 
Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah saat pandemi covid-19 ini maka pemerintah pusat memberikasi fasilitas dalam rangka peningkatan ekonomi nasional di daerah. Caranya dengan pola pinjaman daerah dalam rangka mendukung program PEN sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 Tahun 2021.

Parosil menambahkan, pada 2021 total belanja daerah sebelum perubahan PPAS yaitu sebesar Rp1,06 triliun dan pada perubahan PPAS ini mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp1,16 triliun atau bertambah sebesar Rp100,12 miliar. Perinciannya, belanja operasi sebesar Rp772,11 miliar atau bertambah 4,25 persen; belanja modal sebesar Rp230,80 miliar atau bertambah sebesar 46,61 persen; belanja tidak terduga sebesar Rp6,56 miliar yaitu bertambah sebesar 107,04 persen, serta belanja transfer sebesar Rp181,99 miliar atau bertambah sebesar 0,25 persen.

Pada 2021 total pembiayaan netto sebelum perubahan sebesar Rp27,6 miliar yaitu bertambah pada perubahan PPAS menjadi sebesar Rp135,02 miliar. Hal ini disebabkan penerimaan pembiayaan dari  SiLPA TA 2020 sebesar Rp57,62 miliar  sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2021 tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, serta rencana pinjaman daerah melalui Program Peningkatan Ekonomi Nasional untuk daerah sebesar Rp80 miliar.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar