#ekosistemdigital#tantangan#tajuk

Tantangan Ekosistem Digital

( kata)
Tantangan Ekosistem Digital
Foto : Dok Lampost.co


TRANSAKSI barang dan jasa diawali penukaran barang atau barter. Sistem ini kemudian berkembang menjadi pembayaran tunai menggunakan uang.

Di era digital, perilaku ekonomi pun berubah. Sistem pembayaran ikut berubah menjadi digital atau tanpa pembayaran fisik/nontunai. Sistem ini menjadi tren kegiatan ekonomi saat ini.

Transformasi digital mulai dilakukan pelaku usaha. Yang pertama kali tentunya saham yang bisa dibeli secara digital. Lalu, pasar digital (e-commerce), jasa transportasi, hotel, media massa dan lainnya. Tanpa sistem digital, perusahaan dipastikan akan tertinggal.

Dunia digital banyak untungnya. Berbagai riset menunjukkan, lewat jasa transportasi daring pendapatan warga makin bertambah. Warga juga diuntungkan dari adanya promosi cash back, artinya nilai yang dikeluarkan konsumen lebih murah dibanding jika membeli langsung atau tanpa aplikasi. Konsumen akhirnya membelanjakan sisa uangnya untuk keperluan lainnya.

Morgan Stanley memprediksi transaksi pembayaran digital di Indonesia berpotensi mencapai 50 miliar dolar AS pada 2027, terutama ditopang fintech pembayaran. Riset Morgan Stanley berjudul Indonesia Banks: Fintech terhadap 1.582 responden pada awal tahun 2019, menunjukkan 20 persen responden memilih menggunakan pembayaran digital dari perusahaan fintech dibanding dengan milik bank, perusahaan telekomunikasi, atau e-commerce. Rata-rata transaksi melalui pembayaran digital mencapai Rp600 ribu per bulan.

Responden memilih menggunakan pembayaran digital karena beberapa alasan, seperti tawaran promosi atau cash back, kerja sama merchant dengan pembayaran digital, kemunculan sejumlah tempat parkir yang hanya menerima uang digital, hingga terciptanya ekosistem yang ramah konsumen.

Bank Indonesia pun mencatat transaksi uang elektronik tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Sepanjang 2018, volume transaksi sebanyak 2,92 miliar transaksi atau tumbuh 16.600 kali dibanding dengan 2009.

Pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik juga melesat yakni selama 2018, nilai transaksi Rp47,19 triliun atau tumbuh 90,9 kali dari 2009 yang tercatat Rp519 miliar. BI memperkirakan transaksi melalui uang elektronik mencapai 25 miliar dolar AS pada 2023.

Di pasar daring atau e-commerce, pelanggan sekarang bisa membeli apa pun dalam satu aplikasi. Istilahnya ekosistem digital. Jadi pelanggan tak perlu repot beranjak dari aplikasi lainnya. Konsumen pun makin cerdas, karena berbagai promosi diberikan tenant dan konsumen menggunakan jasa yang termurah.

Kini, masa depan ada di tangan milenial. Mereka yang bisa menjadi pelaku usaha sekaligus konsumennya. Sekarang tinggal upaya pemerintah mendorong ekonomi digital terus tumbuh pesat, tidak terkecuali di Provinsi Lampung. Pemerintah daerah harus memberi ruang bagi anak-anak muda di provinsi ini mengembangkan bisnis startup. Dengan begitu kaum milenial Bumi Ruwa Jurai tidak menjadi penonton dari pesatnya perkembangan ekonomi digital.n

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar