#gulaaren#umkm#beritalampura

Tanjungraja Miliki Potensi Jadi Penghasil Gula Aren

( kata)
Tanjungraja Miliki Potensi Jadi Penghasil Gula Aren
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images

Kotabumi (Lampost.co): Pohon nira atau pohon aren banyak tumbuh liar di pekarangan rumah warga, khususnya di pinggiran aliran sungai di Kecamatan Tanjungraja.

Nilai guna tanaman komoditas perkebunan yang masuk katagori sebagai tanaman konservasi di kehutanan tersebut bagi masyarakat setempat dimanfaatkan air niranya untuk diolah menjadi gula aren.

"Hasil dari komoditas gula aren yang diproduksi masyarakat desa di Kecamatan Tanjungraja sedikit banyak telah menjadi tambahan penghasilan keluarga dan menggerakkan roda ekonomi di desa setempat," ujar Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Tanjungraja, Sutikno, saat dihubungi, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia mengatakan 19 desa yang ada di wilayah Kecamatan Tanjungraja menjadi penghasil gula aren. Diantaranya Desa Tanjungraja, Srimenanti, Mekarjaya, Ulak Ata, Sindangmarga, Kemalaraja, Priangan Baru, Sinarmulya, dan Tanjungriyang. Kemudian Desa Sidomulyo, Tulungbalak, Merambung, Sinarjaya, Tanjung Beringin, Sukasari, Sukamulya, Karang Waringin, Gunungkatun, dan Sindangagung.

"Membuat gula aren merupakan pekerjaan sambilan para perajin dari masyarakat desa di Tanjungraja. Mereka rata-rata bermata pencarian utama sebagai pekebun kopi. Jika harga harga kopi anjlok, gula aren bisa menjadi sandaran penghidupan mereka," kata dia. 

Dia mengaku walau memiliki prospek ekonomi yang cerah untuk dikembangkan, belum ada petani di wilayahnya yang serius membudidayakan secara optimal pohon aren.

"Rata-rata setiap perajin gula aren menyadap 2 batang sampai 5 batang pohon nira. Untuk harga per keping gula rata-rata berkisar Rp4--5 ribu, tergantung ketebalan. Hasil rata-rata yang di dapat setiap perajin sekitar 8-12 keping," ujarnya.

Menurutnya, kurangnya minat petani untuk membudidayakan pohon aren karena dinilai membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyadap nira, sekitar 12-15 tahun.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar