#nelayan#pesisirlampung#anginkencang#beritalamsel

Tangkapan Ikan Nelayan Pesisir Timur Melimpah di Tengah Angin Kencang

( kata)
Tangkapan Ikan Nelayan Pesisir Timur Melimpah di Tengah Angin Kencang
Nelayan pesisir timur kecamatan Ketapang, Lampung Selatan nekat melauat meskipun angin kencang melanda perairan setempat, Senin, 26 Oktober 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co): Nelayan di pesisir timur Kecamatan Ketapang masih nekat melaut meskipun gelombang tinggi dan angin kencang masih melanda perairan Selat Sunda.

Gelombang tinggi yang disebabkan tiupan angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak dua pekan terakhir ini, seakan bukan menjadi penghalang.

Sofian, salah satu nelayan di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengatakan gelombang tinggi dan angin kencang merupakan hal yang wajar.

"Sudah biasa menghadapi seperti ini. Jadi masih ngelaut seperti biasa, mau bagaimana lagi," ujar dia saat ditemui Lampost.co, Senin, 26 Oktober 2020. 

Meskipun demikian, ia mengaku baru melaut empat hari ini lantaran cuaca buruk yang tidak bisa dikompromi.
  
"Walau angin kencang dan gelombang tinggi terjadi, justru membuat hasil tangkapan semakin melimpah, terutama udang," ujarnya.

Hal sama diungkapkan nelayan Ketapang lainnya, Iwan. Dia mengaku masih melaut meskipiun angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi.

Meskipun tetap melaut, Ia mengaku memangkas jam melaut menjadi lebih pendek. Berangkat sekitar pukul 04.00 WIB dan kembali ke darat pukul 11..00 WIB.
 
"Kalau gelombang udah datang atau angin udah tidak bisa di kompromi, biasanya kami pulang ke darat dengan hasil tangkapan lumayan banyak," tukas Iwan.  

Berbeda dengan nelayan pesisir kecamatan Rajabasa dan Kalianda, Lampung Selatan. Mereka memilih tidak melaut. “Kita memilih tidak melaut, karena rawan untuk keselamatan," kata Rahmat, salah satu nelayan di Dermaga Bom, Kalianda.  

Ia menilai cuaca di perairan Selat Sunda bagian selatan dan barat Lampung lebih ekstrem ketimbang perairan timur Lampung.

"Kondisi cuaca di tempat kami melaut lebih ekstrem karena laut lepas. Selain berisiko terhadap keselamatan, hasil tangkapan pun minim saat kondisi seperti ini," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar