sriwijayaairpesawatjatuhkecelakaan

Tangis Haru Sambut Jenazah Pipit Korban Sriwijaya Air

( kata)
Tangis Haru Sambut Jenazah Pipit Korban Sriwijaya Air
Isak tangis menyambut kedatangan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya di rumah duka Tiyuh Totomakmur kecamatan Batuputih, Sabtu (16/1/2021). Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (Lampost.co) -- Duka mendalam dirasakan keluarga Pipit Piyono, warga Tiyuh Totomakmur, Kecamatan Batuputih kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba), salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu.

Sang istri, Neli Handayani tak mampu menahan air matanya hingga sempat tidak sadarkan diri saat jenazah suaminya tiba di rumah duka, pada Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 16.27 Wib. Jenazah dibawa oleh ambulans dari Bandara Radin Inten II Bandar Lampung, dengan iringan dari mobil polisi serta pimpinan Sriwijaya cabang Lampung.

Baca juga: Satu Jenazah Korban Sriwijaya Air Asal Tubaba Tiba di Bandara Radin Inten II

Tiba di rumah duka, jenazah terlebih dahulu disalatkan dan didoakan dipimpin oleh tokoh agama setempat, kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum berjarak sekitar 400 meter dari rumah duka.

Camat Batuputih Rohmini mewakili pemerintah kecamatan sekaligus keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepulangan jenazah warganya. Ia berharap dua korban lainnya yang belum ditemukan atas nama Yohanes dan Sugiono Efendi segera ditemukan dan diidentifikasi.

Pantauan lampost.co, tampak ratusan pelayat ikut menghantarkan jenazah menuju pemakaman.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar