kecelakaan

Tanggapan Polresta Terkait Upaya Diversi Kasus Lakalantas Siswa SMAN 17

( kata)
Tanggapan Polresta Terkait Upaya Diversi Kasus Lakalantas Siswa SMAN 17
Ilustrasi. Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nasib malang menimpa FS (16), siswa SMAN 17 Bandar Lampung. Meski ia tengah dirawat di Rumah Sakit Imanuel karena terluka akibat kecelakaan, namun ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Satlantas Polresta Bandar Lampung.

FS yang membawa sepeda motor terlibat kecelakaan pada Jumat, 17 Januari 2020 di Jalan Yos Sudarso, di depan PT Tunas Baru Lampung TKB, Kecamatan Panjang. Sementara rekannya yang dibonceng, Siska Naura yang juga siswa SMAN 17 tewas usai terlindas Nissan Trailer BE 9225 AB yang dikendarai Supanto (48), warga Gunungsugih, Lampung Tengah. 

Baca juga: Rekan Korban Lakalantas di Panjang Jadi Tersangka karena Lalai

Pengamat Hukum Unila Wahyu Sasongko berharap agar ada penyelasaian pidana dengan jalur nonlitigasi atau di luar jalur hukum, yakni diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana

Menanggapi hal itu Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol Reza Khomeini belum bisa mengambil kesimpulan apakah akan dilakukan upaya diversi.

"Sementara dari hasil olah TKP dan keterangan saksi dan hasil gelar perkara tersangka adalah yang bawa motor. Namun sementara yang bersangkutan belum bisa diminta keterangan karena masih dirawat di rumah sakit," ujarnya, Rabu, 22 Januari 2020.

Namun ia memastikan bahwa penanganan perkara ini tetap mengedepankan poal-pola sistem peradilan dan penanganan perkara anak. FS sendiri bakal didamping Bapas Anak Kanwil Kemenkumham Lampung pada saat proses pemerisaan oleh penyidik.

"Didampingi Bapas nanti pada saat pemeriksaan," kata alumnus Akpol 2006 itu.

Terkait wacana diversi harus ada syarat-syarat yang dipenuhi dahulu sesuai denganUU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan UU RI no.11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

"Perkara ini bisa di diversikan jika sudah ada surat perdamaian dan hasil keputusan dari pengadilan dengan pertimbangan apakah yang bersangkutan dikembalikan kepada orang tua atau dibina di dinas sosial. Tergantungan pengajuan permohonan dari Bapas ke pengadilan," kata mantan kasatlantas Polres Lampung Selatan itu.

Winarko



Berita Terkait



Komentar