#hukum#praperadilan

Tanggapan Polda soal Praperadilan yang akan Diajukan Eks Ketua AKLI

( kata)
Tanggapan Polda soal Praperadilan yang akan Diajukan Eks Ketua AKLI
Syamsul Arifin, DPO sejak 2013 yang ditangkap Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung.Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Syamsul Arifin, DPO sejak 2013 yang ditangkap Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung, berencana mengajukan praperadilan. Namun, Polda Lampung siap menghadapi praperadilan tersebut.

Pejabat Sementara Kasubdit V Cyber Crime Kompol Rahmad Maridian mengatakan praperadilan merupakan hak setiap tersangka atau warga negara. "Praperadilan hak keluarga atau tersangka atau kuasa hukummya, silakan saja, perkaranya sudah dilimpahkan," ujarnya, Kamis, 24 September 2020.

Penangkapan mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Lampung itu berdasarkan berkas perkara P-21 dan sudah bertahun-tahun. Tidak ada iktikad baik dari tersangka untuk menyerahkan diri ke aparat atau menyelesaikan perkara ini dengan korban.

"Tidak ada iktikad baik untuk menyerahkan diri. Apalagi sudah tujuh tahun sehingga dikeluarkan DPO, masa selama itu tidak ada polisi/penyidik yang mencari pelaku ini, teroris saja setahun bisa dapat kok," ujarnya.

Berita terkait: Syamsul Arifin Bakal Ajukan Praperadilan

Dia menjelaskan penangkapan Syamsul Arifin atas perintah pimpinan dan juga atas berkas perkara yang lengkap serta surat daftar pencarian orang (DPO) sejak 9 September 2013 berdasarkan surat No. DPO/09/IX/2014/Ditreskrimsus. Berdasarkan surat DPO tersebut, siapa saja aparat yang mengetahui, bisa menangkap buronan tersebut.

"Kami (menangkap) berdasarkan berkas yang sudah P-21 di kejaksaan, surat DPO yang dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Lampung serta petunjuk pimpinan," katanya.

Soal klaim Syamsul Arifin soal ponsel yang diamankan tak berdasar, Rahmad menyebutkan apa pun yang didapatkan saat penangkapan DPO tersebut akan diserahkan ke Kejati Lampung. Kejati nantinya yang menentukan apakah akan jadi barang bukti atau tidak.

"Berkas sudah lengkap, Polri cuma membantu mengamankan semua bukti-bukti ke kejaksaan. Nanti kejaksaan yang akan mengkaji dalam satu dua minggu ke depan, ada kaitan atau tidak. Untuk sementara diamankan dalam rangka mendukung bukti-bukti yang sudah ada, dan pastinya butuh waktu," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar