#pilkada#pemilu#beritalampung

Tanggapan Hipni dan Yusuf Kohar Terkait Pilkada Aman Covid-19

( kata)
Tanggapan Hipni dan Yusuf Kohar Terkait Pilkada Aman Covid-19
Talkshow yang digelar Lampung Post dengan tema Pemilih Produktif Aman Covid-19 pada Pilkada 2020, Kamis, 13 Agustus 2020. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Bakal calon kepala daerah (Balonkada) Hipni dari Kabupaten Lampung Selatan dan Yusuf Kohar dari Kota Bandar Lampung menyampaikan tanggapannya terhadap pelaksanaan Pilkada aman Covid-19. 

Keduanya menyampaikan pada saat menjadi narasumber dalam talkshow, memperingati HUT ke-46 Lampung Post dan Sai Radio 100FM ke-6 tahun, di kantor Lampung Post, Kamis, 13 Agustus 2020.

Dalam bincang singkat dengan wartawan senior Lampung Post, Abdul Gofur, kedua bakal calonkada itu mengutarakan bagaimana pelaksanaan dan saran yang harus diambil oleh para pelaksana Pilkada, terutama di tengah masa pandemi covid-19. 

“Mungkin Pilkada pada masa pandemi covid-19 ini lebih tepatnya sosialisasi yang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dimana biasanya dilakukan secara konvensional, harus dilakukan menggunakan media sosial yang ada,” ujar bakal calon Bupati Lamsel Hipni. 

Maka dari itu, pihaknya juga berusaha menyesuaikan kegiatan sosialisasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, juga cara lainnya seperti memperbanyak titik sosialisasi menggunakan peran elektronik di era digital saat ini. 

“Untuk menyesuaikan kondisi, namun tetap harus dekat dengan warga. Maka dari itu metode saya adalah memperbanyak juru bicara dan pakai smartphone untuk turut awasi pilkada bersama, sehingga tetap dapat bersosialisasi dan tidak melanggar aturan PKPU yang ada,” kata dia. 

Sementara itu, bagi bakal calon kepala daerah M. Yusuf Kohar, mengatakan pihaknya ingin agar penggunaan media sosial seperti Facebook, Youtube dan lainnya tidak terlalu dibatasi oleh Bawaslu dan KPU. Sebab persoalan para bakal calon saat ini adalah waktu dan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

“Saya minta penggunaan dunia digital seperti Facebook, Youtube, dan lainnya jangan dibatasi. Supaya orang tahu dan kenal dengan kepala daerahnya. Namun, juga kegiatan sosialisasi konvensional tidak dibatasi, sebab warga menengah kebawah ini perlu bertatap muka langsung, tidak hanya melalui media sosial,” kata dia.

Terakhir, terhadap KPU dan Bawaslu Provinsi Lampung dirinya berpesan untuk dapat bersikap netral dan tegas selama proses pelaksanaan Pilkada 2020 berlangsung. Agar terwujudnya pemilihan yang jujur dan berkualitas. 

“KPU dan Bawaslu harus tegas dan netral. Jangan bermain untuk Pilkada yang berkualitas, tidak boleh ada campur tangan dengan pemerintah. Ini tidak main-main. Harus jadi catatan bagi KPU dan Bawaslu,” kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar