#beritalampung#beritalampungterkini#kasusdbd#dbd#jumantik#psn#fogging#kesehatan

Tanggamus Catat 190 Kasus DBD dan Satu Pasien Meninggal

( kata)
Tanggamus Catat 190 Kasus DBD dan Satu Pasien Meninggal
Petugas dari Dinas Kesehatan Tanggamus sedang melakukan fogging mencegah penyebaran DBD, beberapa waktu lalu. Selain fogging, Dinkes juga meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan meningkatkan peran masyarakat untuk menjadi juru pemantau jen


Tanggamus (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tanggamus sejak Januari sampai Agustus 2022 berjumlah 190 dengan satu orang meninggal dunia. Jumlah kasus DBD tersebut tersebar di 22 puskesmas di 20 kecamatan.   

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanggamus, Taufik Hidayat mengatakan penyebab penyebaran kasus DBD ini dipengaruhi masih banyaknya tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular.  "Tempat tersebut berpotensial meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti pada saat musim hujan sehingga akan meningkatkan penyebaran DBD," katanya, Minggu, 25 September 2022.

Baca juga: Daerah Diminta Waspadai Lonjakan DBD pada Pancaroba

Kadis menjelaskan pasien terbanyak terdapat di Puskesmas Kotaagung yaitu 29 kasus dan Puskesmas Gisting dengan 27 kasus. Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia terdapat di Puskesmas Pulaupanggung.

"Upaya yang dilakukan yaitu menginformasikan kewaspadaan dengan pengendalian vektor DBD. Kemudian meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan peran serta masyarakat secara berkesinambungan," ujarnya.

Selain itu, meningkatkan peran masyarakat untuk menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumahnya sendiri atau gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J). "Penyemprotan atau fogging untuk mencegah penularan di sekitar penderita dan abatisasi untuk membasmi jentik nyamuk aedes di penampungan yang sulit dibersihkan," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar