Petanipadi

Tanaman Padi Roboh, Petani di Palas dan Sragi Menjerit

( kata)
Tanaman Padi Roboh, Petani di Palas dan Sragi Menjerit
Sejumlah petani di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan, menjerit lantaran tanaman padi milik mereka roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin, Sabtu, 23 Mei 2020. Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- H-I menjelang hari raya idulfitri 2020, sejumlah petani di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan, menjerit lantaran tanaman padi milik mereka roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang.

Betapa tidak tanaman padi yang tinggal menghitung hari untuk dipanen itu terancam rusak karena roboh pada Jumat, 22 Mei 2020. Bahkan, sebagian tanaman padi terendam air.

Seperti yang diungkapkan, Muryati, salah satu petani Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas. Dia mengatakan tanaman padi miliknya roboh sekitar seluas seperempat hektare. Padahal, tanaman padi varietas muncul itu diprediksi sekitar sepekan kedepan akan dipanen.

"Akibat hujan deras disertai angin kencang tadi malam banyak padi yang roboh. Memang sudah ada yang roboh, tapi kali ini makin meluas mencapai seperempat hektare," kata dia, Sabtu, 23 Mei 2020.

Hal senada diungkapkan Ketua Gapoktan Karyamakmur Desa Kualasekampung, Wanto saat dihubungi Lampost.co. Dia mengatakan setidaknya ada ratusan hektare tanaman padi yang roboh setelah diterjang hujan dan angin kencang.

"Sekarang makin luas tanaman padi yang roboh di desa kami. Hampir seluruh tanaman sekitar 550-an hektare yang roboh. Tapi, belum kami data secara rill. Itu sudah termasuk yang sudah roboh yang pertama," kata dia.

Dia mengatakan petani saat ini menjelang hari raya idul fitri 2020 menjerit karena tamaman padi mereka roboh. Sebab, tanaman yang roboh sudah dipastikan hasil produksi merosot tajam.

"Sudah dipastikan kalau tanaman padi roboh dan ditambah terendam air, tentu hasil panennya akan merosot. Sebab, ketika tanaman padi roboh pasti rusak," kata dia. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar