#lahanpadirusak#tanamanpadirusak#beritalamsel

Tanaman Padi Roboh di Sragi Capai 1.474 Ha

( kata)
Tanaman Padi Roboh di Sragi Capai 1.474 Ha
Tanaman padi roboh di Palas, Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sedikitnya ada 1.474 hektare (ha) tanaman padi di areal persawahan Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, roboh akibat hujan deras sejak pekan lalu. Meski demikian, luas kerusakan tanaman padi yang roboh hingga kini belum diketahui secara pasti. 

Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Sragi, Eka Saputra, mengatakan peristiwa tanaman padi roboh akibat hujan deras disertai angin kencang terjadi dua kali selama dua pekan terakhir.

"Peristiwa pertama terjadi pada awal Mei setidaknya ada seluas 410 hektare yang roboh. Kemudian, peristiwa kedua mencapai 1.064 hektare. Jadi, total keseluruhan mencapai 1.474 hektare," kata dia, sat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2020.

Menurut Eka, pihaknya belum memastikan jumlah luasan tanaman padi yang rusak hingga gagal panen. Sebab, hingga saat ini tanaman padi yang roboh sudah berangsur-angsur dipanen oleh petani. 

"Rata-rata yang roboh ini tanaman padi yang sudah tua atau siap panen. Sehingga, petani banyak yang langsung memanen tanaman padi yang roboh. Tapi, ada beberapa tanaman yang masih hijau atau sedang bunting ikut roboh," kata dia. 

Eka mengatakan pihaknya dalam lima hari kedepan akan terus memantau kondisi tanaman padi yang sedang bunting. Sebab, tingkat kerusakan sangat rentan hingga gagal panen. "Kalau yang siap panen paling hasil produksi yang merosot mencapai 20-30 persen. Tapi, kalau yang bunting ancamannya bisa gagal panen," kata dia. 

Dari luasan tanaman padi 2.523 hektare, kata Eka, setidaknya ada seluas 951 hektare tanaman padi sudah dipanen oleh petani. "Yang sudah panen itu termasuk yang roboh juga. Untuk tanaman padi yang roboh ini tersebar diseluruh desa di Kecamatan Sragi," kata dia.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Karyamakmur Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Wanto mengatakan sekitar 320 hektare tanaman padi yang roboh akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.

"Jelas, hasil produksinya merosot tajam hingga 30-50 persen. Yang jelas, musim tanam rendeng kali ini petani menjerit," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar