#puso#gagalpanen#autp#beritalamsel

Tanaman Padi Puso di Palas Jadi 161 Hektare

( kata)
Tanaman Padi Puso di Palas Jadi 161 Hektare
Lahan di Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang alami gagal panen akibat kekeringan, beberapa hari yang lalu. Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Hingga kini jumlah tanaman padi di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang mengalami puso akibat kekeringan mencapai 161 hektare. Setidaknya tanaman yang mengalami puso di wilayah tersebut tersebar di delapan desa se-kecamatan Palas.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kamis, 10 Oktober 2019. Dia mengaku berdasarkan hasil pendataan di lapangan terdapat tanaman padi seluas 161 hektare yang gagal panen.

"Data ini hasil ril di lapangan yang sudah dicek dan dinyatakan oleh Petugas POPT. Tanaman padi yang gagal panen ini tidak lain karena kekeringan selama musim kemarau," kata dia.

Dia menjelaskan tanaman padi yang puso itu terdapat di Desa Bandanhurip seluas (15 hektare), Bumidaya (9 Ha), Bumiasih (9 Ha), Bumiasri (6 Ha), Bumirestu (52 ha), Pulaujaya (45 ha), Pulautengah (5 Ha) dan Mekarmulya (20 Ha). "Sejauh ini kalau untuk tanaman padi yang baru terancam gagal panen baru seluas 326 hektare. Dimana, tanaman padi yang terancam itu terdapat di sembilan desa," kata dia.

Selain itu, kata Agus, akibat musim kemarau itu terdapat tanaman padi yang alami kekeringan skala ringan seluas 891 hektare dan kekeringan skala ringan seluas 508 hektare. "Sedangkan, kalau hanya terancam kekeringan seluas 566 hektare. Mudah-mudahan harapan kita semua dalam waktu dekat turun hujan," kata dia.

Sebelumnya, Akibat dampak kemarau, puluhan hektare tanaman padi di areal persawahan Desa Bumiasri, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, alami gagal panen atau puso. Setidaknya tanaman padi puso itu berada dilahan milik tiga kelompok tani (Poktan) yang terdampak kekeringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, ketiga Poktan yang alami gagal panen yakni Poktan Karya Mekar, Tepus Mulya dan Karya Maju. Setidaknya ada 56 hektare yang gagal panen.

Seperti yang diungkapkan, Ketua Poktan Karya Mekar, Marsono mengaku dampak dari kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan tanaman padi seluas 56 hektare gagal panen karena rusak. Kerusakan akibat kekeringan itu mencapai 70-100 persen. "Cukup luas tanaman padi yang puso di Desa Bumiasri. Ada sekitar seluas 56 hektare yang gagal panen. Semuanya tersebar di tiga Poktan," kata dia, Jumat, 4 Oktober 2019.

Dia mengaku tanaman padi yang alami gagal panen tersebut telah didaftarkan pada asuransi usaha tani padi (AUTP). Untuk itu, pihaknya berharap tanaman padi puso iti dapat diklaim di PT Jasindo. "Tanaman padi yang gagal panen di desa kami, murni karena kekeringan. Kami kesulitan mendapatkan pasokan air. Bahkan, sumur bor sudah enggak sanggup lagi," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar