#bencana#Tanagbergerak#Brebes#nasional

Tanah Bergerak di Brebes, 74 Rumah Rusak

( kata)
Tanah Bergerak di Brebes, 74 Rumah Rusak
Tanah bergerak terjadi di Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong. (Foto:Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

BREBES (Lampost.co)--Bencana tanah bergerak menerpa Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyusul banjir dan longsor. Sedikitnya 74 rumah warga rusak berat dan ringan dan  jalan penghubung antardesa juga amblas.
“Tanah bergerak terjadi di Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong. Ada puluhan rumah rusak parah. Selain itu jalan raya di Dukuh Sarangpanjang, Desa Rajawetan, juga amblas,” kata warga Tonjong, Atvin Kusmawati, Sabtu ( 3/3/2018).

Namun, Atvin memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah bergerak tersebut. Dia mengatakan, warga yang rumahnya rusak langsung mengungsi ke tempat yang aman. Warga masih khawatir adanya pergerakan tanah susulan.
Rumah-rumah warga yang rusak berada di ketinggian perbukitan dan tersebar di sejumlah tempat. Pergerakan tanah dipicu intensitas hujan yang tinggi selama sepekan terakhir.
Salah seorang warga yang rumahnya ambruk, Damin menuturkan, sebelumnya hujan turun sangat lebat. Mengetahui ada longsoran tanah yang mulai menimpa rumahnya, dia bersama lima anggota keluarganya berlarian mencari tempat yang lebih aman.

"Pergerakan tanah tidak terjadi hanya sekali, tapi beruntun dan perlahan-lahan. Terutama setiap turun hujan," ujar Damin.
Sekretaris Desa Rajawetan, Kasmo, menjelaskan awalnya rumah yang rusak ada 49. Karena masih terus terjadi pergerakan tanah saat ini jumlahnya bertambah mencapai 74 rumah.
“Dari 74 rumah yang rusak, yang rusak parah sampai ambruk ada 29 rumah, sedangkan lainnya rusak ringan. Saya sudah melaporkan ke pemerintah Kabupaten Brebes,” kata Kasmo.

Bencana alam tanah bergerak  melanda Desa Rajawetan sejak sepekan terakhir. Dari jumlah rumah tersebut, 27 unit di antaranya telah dikosongkan karena rawan roboh. Seluruh penghuninya yakni sebanyak 121 jiwa mengungsi di rumah kerabat yang masih satu desa.

Bencana tanah bergerak di desa itu mulai terjadi pada Rabu 21 Februari 2018 malam. Hingga sekarang, pergerakan tanah masih terjadi meskipun intensitasnya kecil.

MTVN



Berita Terkait



Komentar